2.500 siswa di Sulsel ikuti pencanangan vaksinasi anak oleh BIN

id Pemprov Sulsel, pencanangan vaksinasi anak, Badan Inteligen Negara

2.500 siswa di Sulsel ikuti pencanangan vaksinasi anak oleh BIN

Dokumen - Seorang remaja berusia 14 tahun disuntik vaksin pada giat vaksinasi drive thru Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengikutkan 2.500 siswa pada pencanangan vaksinasi anak yang digelar oleh Badan Inteligen Negara (BIN).

Plt Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel dr Muhammadong di Makassar, Selasa mengatakan pencanangan vaksinasi anak ini melibatkan dua sekolah yang masing-masing mengikut sertakan 1.250 anak, yakni SMP 40 Makassar dan SMK 10 Makassar.

Kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dan dilaksanakan di SMK 10 Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 14 Juli 2021.

"Besok rencananya baru dimulai pencanangannya untuk kategori SMP dan SMA untuk menyasar murid barunya bekerjasama dengan BIN. Targetnya itu sekitar 2.500 siswa," kata dia.

Menurutnya, pencanangan yang diawali oleh pihak BIN ini juga akan disyaratkan untuk dilanjutkan di masing-masing kabupaten/kota. Apalagi cakupan vaksinasi anak di Sulsel diakui masih cukup rendah.

Dalam memudahkan pelaksanaan vaksinasi bagi siswa sekolah di atas 12 tahun, Pemprov Sulsel akan menyasar siswa baru SMP maupun SMA.

Selain itu, kata dia, Dinkes Sulsel akan menggandeng Dinas Pendidikan yang bukan hanya menyasar siswa baru tetapi juga akan memvaksin siswa lama.

"Sebenarnya beberapa sekolah di daerah sudah ada yang minta untuk dilakukan vaksinasi, tetapi stok distribusi vaksin ini yang terbatas dari Jakarta. Makanya kita harapkan bisa lancar ke depan sehingga kita juga bisa mempush target kita," urainya.

Pencanangan vaksinasi anak yang dilaksanakan oleh BIN ini serentak digelar di 15 provinsi, di antaranya Bali, Sulsel, Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar