DPRD Palu minta Satpol PP bertindak persuasif saat operasi yustisi

id Sulteng ,Palu,Sandi,Kpk,Ppkm,DPRD,DPRD Palu

DPRD Palu  minta Satpol PP bertindak persuasif saat operasi yustisi

Sejumlah anggota Satpol PP Kota Palu melakukan operasi yustisi pembatasan jam malam kegiatan usaha kepada salah satu pemilik usaha, Senin malam (19/7/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota setempat agar bertindak secara persuasif kepada pelaku usaha saat melakukan operasi yustisi pembatasan jam malam selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).



"Sebaiknya lebih persuasif dan memahami prosedur saat melakukan operasi yustisi. Kami sangat menyayangkan pihak Satpol PP dalam melakukan operasi yustisi sangat tidak manusiawi seakan-akan para pelaku usaha adalah pelaku kriminal," kata Ketua Komisi A DPRD Palu Mutmainnah Korona di Palu, Senin.



Menurut dia,mengatakan penggunaan cara-cara yang arogan justru tidak akan efektif untuk membuat masyarakat dan pelaku usaha patuh dan menaati PPKM dalam upaya menekan lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu.



Ia menerangkan informasi yang diterima oleh Komisi A DPRD Palu dari para pelaku usaha, banyak pelaku usaha yang langsung mendapat sanksi berupa penindakan tanpa pemberian teguran terlebih dulu.



"Apalagi ada kasus yang terjadi (oknum Satpol PP Palu) langsung main ambil Kartu Tanda Penduduk (KTP) salah satu pemilik usaha tanpa ada pemberian teguran pertama dan kedua secara tertulis jika dianggap mereka melanggar," ujarnya.



Bahkan, kata Mutmainnah, ada beberapa pelaku usaha juga tidak mengetahui adanya surat edaran baru Wali Kota Palu mengenai sanksi memberikan kebutuhan pangan bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.



"Mungkin sanksi pemberian pangan tersebut tidak menjadi masalah, jika informasi mengenai surat edaran itu sampai kepada semua pelaku usaha di Kota Palu. Bahkan sebaiknya operasi yustisi lebih kepada meningkatkan kesadaran bersama menerapkan protokol kesehatan,"ucapnya.



Mutmainnah menyatakan sangat prihatin dengan kondisi pelaku usaha di Kota Palu yang omsetnya menurun drastis selama pembelakukan pembatasan jam malam.



"Yang harus menjadi perhatian utama dari pihak terkait saat ini, bagaimana pengetatan protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan baik untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19, namun perlu mencari solusi untuk mengatasi kondisi pelaku usaha yang omsetnya turun drastis," ujarnya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021