DPRD Sulteng sarankan pemda sewa hotel untuk isolasi pasien COVID-19

id Sulteng,Sandi,Palu,Corona,Ppkm

DPRD Sulteng  sarankan pemda sewa hotel untuk isolasi pasien COVID-19

Ilustrasi - Perawatan pasien COVID-19 di tenda darurat Rumah Sakit Madani Palu. ANTARA/HO-RS Madani Palu

Palu (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah menyarankan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten menyewa hotel untuk mengisolasi warga yang terpapar COVID-19.

Menurut Wakil Ketua III DPRD Sulteng Muharram Nurdin di Palu, Senin, isolasi terpusat di hotel dapat dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) mengingat anggaran penanganan COVID-19 pada 2021 yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sulteng cukup besar.

“Melihat lonjakan kasus COVID-19 yang terus naik, saya menyarankan pemda melakukan isolasi terpusat dengan menyewa hotel. Tidak seperti sekarang melakukan isolasi mandiri di rumah tanpa kontrol yang ketat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulteng Tahun 2021 yang dialokasikan Rp153 miliar,” katanya.

Ia optimistis jika isolasi terpusat dilakukan di hotel, penanganan COVID-19 di Sulteng dapat lebih efektif, utamanya dalam menurunkan jumlah kasus terpapar COVID-19 harian dan meningkatkan jumlah pasien COVId-19 yang sembuh serta memutus mata rantai penularan dan penyebaran COVID-19 di seluruh daerah itu.

”Saya juga menyarankan pemda melibatkan rumah-rumah makan sebagai penyedia makanan bagi pasien COVID-19 dan menggunakan jasa ojek 'online' (daring) untuk pengantarannya. Dengan demikin, selain pelayanan kesehatan dapat tetap prima, pemda juga menjaga roda perekonomian tetap berputar,” ujarnya.

Muharram juga mengemukakan untuk mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan (nakes), pemda dapat merekrut mahasiswa dari fakultas kedokteran dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan kesehatan yang ada.

Dengan melibatkan mereka, ia optimistis persoalan kekurangan nakes dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga yang terpapar COVID-19 dapat teratasi.

“Untuk mengatasi persoalan kekurangan oksigen, sebaiknya pemda mengundang distributor dan penyalur untuk membantu pemda dalam menjamin ketersediaan pasokan dan tidak menaikkan harga jualnya,” ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng, hingga Minggu (1/8) malam, secara kumulatif 23.454 orang terpapar COVID-19.

Dari 23.454 orang tersebut, 16.304 orang dinyatakan sembuh, 668 orang meninggal dunia, dan 6.482 orang saat ini masih menjalani isolasi mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemda setempat.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021