Kota Banda Aceh masuk nominasi penerima Penghargaan STBM 2021

id Banda Aceh,kesehatan,STBM Awards,lingkungan,kebersihan,sanitasi,penghargaan

Kota Banda Aceh masuk nominasi penerima Penghargaan STBM 2021

Kantor Wali Kota Banda Aceh (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh (ANTARA) - Kota Banda Aceh masuk dalam nominasi penerima Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 2021 dan saat ini sedang dilakukan penilaian tahap akhir.

"Sedang dalam proses tahapan penilaian akhir oleh tim penilaian pusat dan tim penilaian provinsi," kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Kamis.

Aminullah mengatakan pemerintahannya selama ini memang berkonsentrasi dalam bidang kesehatan sesuai visi-misi peningkatan kesehatan masyarakat.

"Banda Aceh sebagai Ibukota Aceh, maka sudah sepantasnya kami menampakkan contoh yang baik. Layaknya menghadapi pandemi, pelayanan prima di bidang kesehatan kita berikan," ujarnya.

Aminullah menyebutkan, Banda Aceh telah mencapai lima pilar STBM yang mencakup stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAM-RT), pengelolaan sampah rumah tangga, dan limbah cair rumah tangga dengan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).

Dirinya juga menuturkan bahwa sosialisasi 5 pilar STBM ini juga terus dilakukan kepada petugas dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Banda Aceh sejak 2015 sampai 2021.

Kemudian, kata Aminullah, sosialisasi dan penyuluhan lima pilar STBM juga diberikan kepada masyarakat melalui Camat, Geuchik (kepala desa) dan tim Puskesmas.

“Namun, semua ini tentu memerlukan keterlibatan semua pihak, baik itu pemerintahan dan juga lapisan masyarakat. STBM sangat mendorong masyarakat hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Selain itu, Aminullah juga menuturkan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemko Banda Aceh telah membangun ratusan rumah bagi kaum duafa.

"Semua ini kita lakukan supaya semua masyarakat di Banda Aceh terbebas dari kemiskinan dan kumuhnya tempat tinggal," kata Aminullah.

Dalam kesempatan ini, Aminullah juga mengatakan saat ini Banda Aceh mampu mempertahankan capaian IPM tertinggi kedua nasional secara berturut-turut semenjak 2019 sebesar 85,07 persen.

"Sedangkan pada 2020 sebesar 85,41 persen setelah Kota Yogyakarta di peringkat pertama," demikian Aminullah.
Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2021