Wali Kota Palu pastikan seleksi kompetensi PPPK guru berjalan lancar

id Walikotapalu, Hadianto Rasyid, PPPK, SKD, Pemkotpalu, Sulteng,Cpns

Wali Kota Palu pastikan seleksi kompetensi PPPK guru berjalan lancar

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid (baju batik) menangani peserta Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tenaga guru yang mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berlangsung di SMK Negeri 3 Palu, Kamis (16/9/2021). ANTARA/HO/Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Wali Kota, Sulawesi Tengah Palu Hadianto Rasyid memastikan rangkaian penerimaan pegawai pada tahapan Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tenaga guru di kota itu berjalan lancar.
 
"Kami sudah melihat fasilitas yang disediakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Palu sangat memadai, termasuk jaringan internet tidak bermasalah," kata Hadianto saat meninjau pelaksanaan SKD yang berlangsung di SMK Negeri 3 Palu, Kamis.
 
Menurut dia, tujuan kedatangannya melihat lebih dekat proses ujian, sekaligus untuk memastikan seluruh perangkat yang digunakan dalam mendukung rangkaian tersebut dalam keadaan baik, termasuk menyemangati para peserta. 
 
Yang mana, SKD merupakan salah satu tahapan yang penting dan wajib diikuti setiap calon PPPK karena menggunakan Computer Assisted Test (CAT) degan bobot 40 persen, dan skor hasil ujian tersebut langsung terlihat di layar monitor masing-masing peserta.
 
"Ikuti ujian ini dengan tenang, jangan terburu-buru. Kinerja anda akan menentukan hasil akhir," kata Hadianto berpesan.
 
Berdasarkan data BKPSDM Kota Palu, jumlah pelamar PPPK guru sebanyak 878 orang dari 314 kuota yang ditetapkan pemerintah, yang mana seleksi pada setiap tahapan sepenuhnya berada pada kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
 
Selain PPPK, Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang telah lolos seleksi administrasi sebanyak 4.551 orang dengan kebutuhan formasi sebanyak 225 bidang kerja terdiri dari 194 tenaga kesehatan dan 31 tenaga teknis.
 
"Tentu dalam masing-masing tahapan memiliki nilai atau bobot sesuai format yang sudah di tetapkan, maka dari itu peserta harus mempersiapkan diri mengikuti rangkaian proses," ujar Hadianto.
 
Ia mengemukakan, setelah rangkaian SKD selesai sesuai jadwal yang ditetapkan panitia seleksi, selanjutnya tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan bobot 60 persen.
 
"Tahapan ini peserta harus lebih giat, karena menyangkut kompetensi bidang. Kelulusan seseorang tergantung dari masing-masing individu karena setiap tahapan memiliki poin-poin tersendiri," demikian Hadianto.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021