Pemkab Parimo siapkan dana ratusan juta selesaikan sengketa lahan

id PU Parimo, Rinaldi, pos lanal, Polairud, Pemkabparimo, Parigi Moutong, Sulteng, sengketa lahan

Pemkab Parimo siapkan dana ratusan juta selesaikan sengketa lahan

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong, Rinaldi. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan anggaran kurang lebih Rp400 juta untuk penyelesaian sengketa lahan Pos TNI-AL dan Pos Polairud Polres setempat.
 
"Sengketa ini sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, dalam rangka melancarkan kegiatan pengamanan kawasan perairan maka Pemda ikut terlibat memfasilitasi penyelesaian perkara ini," kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong Rinaldi, di Parigi, Senin.
 
Ia menjelaskan, sengketa itu berawal dari penyerahan lahan oleh pemerintah Desa Lebo ke Pemda untuk kepentingan pembangunan dua Pos institusi TNI/Polri, namun belakangan tanah tersebut ternyata memiliki sertifikat milik dr Lucky yang saat ini tinggal di Manado, Sulawesi Utara.
 
Beberapa kali gugatan dilayangkan pemerintah setempat di pengadilan, dan perkara tersebut dimenangkan pemilik sertifikat, oleh karena itu konsekuensi dihadapi Pemda yakni mengganti rugi lahan sesuai dengan luas yang dimanfaatkan.
 
Ia mengatakan anggaran pembebasan lahan sudah siap setelah dilakukan kajian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dengan hitungan Rp93 ribu per meter.
 
"Kami perlu membangun komunikasi lebih intens dengan pemilik lahan agar proses pembayaran nanti tidak terhambat," ujar Rinaldi.
 
Meski begitu, katanya, Pemkab Parigi Moutong belum terikat kontrak dengan KJP sehingga belum dilakukan pembayaran, karena dikhawatirkan produk yang dikeluarkan tidak memiliki kekuatan hukum tetap, sebab resume dari hasil kajian masuk dalam bagian dari dokumen pembayaran.
 
"Kami sangat berhati-hati dalam urusan ini, supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Rinaldi menambahkan.
 
Ia berharap, pemilik lahan sebagai pihak pemenang gugatan bisa memahami kondisi di lapangan dan memberikan waktu kepada pemerintah setempat untuk menyelesaikan syarat-syarat administrasi.
 
Sebab, kehadiran dua Pos ini sangat bermanfaat dalam rangka membantu Pemda dalam mengawasi dan mengamankan kawasan perairan yang masuk di teritorial Parigi Moutong.
 
"Parigi Moutong memiliki luas wilayah kurang lebih 472 kilo meter yang sebagin besar adalah laut yang masuk dalam kawasan Teluk Tomini," demikian Rinaldi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021