Kasus aktif COVID-19 di Sulteng tinggal 0,45 persen

id Sulteng,Sandi,Ppkm,Asusila

Kasus aktif COVID-19 di Sulteng tinggal 0,45 persen

Sejumlah murid penyintas bencana likuefaksi bersiap mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana di sekolah darurat bencana SDN Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (18/10). Setelah belajar secara daring akibat pandemi COVID-19 selama hampir dua tahun, sekolah darurat yang berada di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Balaroa itu kembali melakukan kegiatan belajar secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/hp.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan prosentase kasus aktif COVID-19 di Sulteng saat ini tercatat tinggal 0,45 persen.

"Kasus aktif COVID-19 atau warga terpapar COVID-19 yang masih menjalani isolasi di Sulteng hari ini tinggal 213 kasus atau 0,45 persen dari total warga yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 sebanyak 46.842 orang," katanya di Kota Palu, Selasa malam.

Ia menerangkan 213 orang yang terpapar COVID-19 itu berada di sejumlah daerah antara lain 12 orang di Kota Palu, Kabupaten Banggai dan Tojo Una-Una (Touna), 24 orang di Banggai Kepulauan (Bangkep), 29 orang di Morowali Utara (Morut).

Kemudian, 36 orang di Parigi Moutong (Parimo), 38 orang di Poso, 11 orang di Sigi, tiga orang di Banggai Laut (Balut), lima orang di Buol, enam orang di Donggala dan sembilan orang di Morowali.



"Sementara itu 45.046 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh atau naik menjadi 96,11 persen dari total warga yang terpapar COVID-19 di Sulteng. Selain itu 1.583 orang dinyatakan meninggal dunia atau 3,38 persen," ujarnya.

Hari ini Adiman mengatakan 43 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh, 16 orang terkonfirmasi terpapar COVID-19 dan dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Pencegahannya dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," ucapnya.*