Karang Taruna Pantoloan minta perusahaan jangan abaikan tanggung jawab sosial

id Pantoloan, perusahaan, karang taruna, kota palu, Sulteng

Karang Taruna Pantoloan minta perusahaan jangan abaikan tanggung jawab sosial

Ketua Karang Taruna Kelurahan Pantoloan, Zulkarnain Zainal Bakti. ANTARA/Izfaldi Muhammad

Palu (ANTARA) -
Organisasi Kepemudaan Karang Taruna Kelurahan Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut jangan mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
 
“Berdasarkan data yang kami peroleh, pemerintah kelurahan setempat mengatakan hanya ada 24 perusahaan beroperasi di Pantoloan, dari total itu hanya satu yang memenuhi kewajibannya yakni PT. Pelindo,” kata Ketua Karang Taruna Pantoloan Zulkarnain Zainal Bakti yang ditemui di Palu, Rabu.
 
Padahal, kata dia, dalam Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 2007 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan menyebutkan soal komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.
 
Dalam UU itu pada bab kelima pasal 74 ayat 1 menerangkan perseroan wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Sekaligus ayat 3 menerangkan Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
 
Zulkarnain juga mengatakan dua hal lainnya yang menjadi dasar Karang Taruna ialah Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan terbatas, dan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 13 tahun 2016 menyebutkan hal yang sama seperti PP itu.
 
“Pada PP itu di pasal 5 ayat 1 bunyinya adalah perseroan yang menjelankan kegiatan usahanya harus memperhatikan kepatutan dan kewajaran, nah pada Perwali itu lebih jelas lagi disebutkan soal Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Sarana dan Prasarana Keagamaan dan bidang kerja lainnya yang dapat secara nyata memberikan damak peningkatan kualitas masyarakat,” jelasnya.
 
Oleh karena itu Karang Taruna Pantoloan meminta kepada 24 perusahaan selain dari PT. Pelindo, yang saat ini menjalankan kegiatan operasinya pada wilayah Pantoloan, agar memperhatikan betul-betul apa yang menjadi tanggung jawabnya. 
 
Zulkarnain juga mendesak, pemerintah kelurahan untuk membuka ruang diskusi antara pemuda Pantoloan bersama 24 perusahaan yang dimaksud.
 
Karena, dalam penilaiannya jika tanggungjawab itu dijalankan dengan baik oleh setiap perusahaan, maka kualitas sumber daya manusia pada wilayah itu akan bertahap membaik, dan memiliki daya saing yang tidak kalah dengan sumber daya yang ada pada daerah lainnya. 
 
“Hal ini selaras dengan program yang saat ini tengah kami jalankan di Karang Taruna, namun pada awal-awalnya ini kami meminta dulu transparansi dari pihak perusahaan maupun Kelurahan sebab ini demi untuk kemajuan pemuda juga,” tutupnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021