Irak Rebut Ramadi Dari ISIS

id irak

Ilustrasi--Seorang anggota pasukan keamanan Irak memukul seorang pemberontak ISIS, yang ditangkap di Tikrit, Irak, Rabu (1/4). Pasukan Irak dan pejuang paramiliter Syiah berjuang melawan ISIS di Tikrit utara Rabu kemarin, yang menurut para pejabat merupakan benteng pertahanan terakhir dari kelompok

Ramadi, Irak (antarasulteng.com) - Pasukan Irak membersihkan jalan-jalan di kota Ramadi dari ranjau dan bom  begitu kota ini direbut kembali dari ISIS yang menduduki Ramadi sejak Mei silam. Ini adalah kemenangan terbesar Irak dari ISIS.

Kantung-kantung perlawanan ISIS mungkin masih ada di beberapa bagian kota namun tentara mengaku tidak menghadapi perlawanan berarti sejak ISIS meninggalkan kompleks pemerintahan di kota ini kemarin Minggu.

Rakyat Irak merayakan kemenangan ini di jalan-jalan di beberapa kota Minggu larut malam lalu, sedangkan para pejabat menyelamati pasukan pemerintah atas kemenangan terbesarnya sejak ISIS menduduki bagian besar negeri ini tahun silam.

"Pasukan keamanan kini mengendalikan semua jalanan. Tidak ada perlawanan dari Daesh (ISIS)," kata Ibrahim al-Fahdawi, pejabat keamanan dari Provinsi Anbar yang beribu kota Ramadi.

Bekas kantor pusat pemerintah daerah di Ramadi adalah episentrum pertempuran namun pasukan Irak tidak terburu-buru masuk ketika ISIS menarik diri karena seluruh wilayah dipasangi bom dan ranjau.

"Daesh menanamkan lebih dari 300 bahan peledak di jalan-jalan dan di gedung-gedung kompleks pemerintahan," kata Brigadir Jenderal Majid al-Fatlawi dari Divisi Angakatan Darat ke-8.

"Mereka menggunakan apa saja, dari botol oksigen sampai jerigen berisi C-4 (bahan eksplosif plastik) dan klorine," kata dia.

ISIS bahkan menggunakan penduduk setempat sebagai tameng hidup untuk melarikan diri begitu mengetahui Ramadi sudah tak bisa lagi mereka pertahankan.

Sekitar 100 tentara pemerintah terluka, sedangkan nasib 400 petempur ISIS yang mempertahankan pusat kota Ramadi tidak diketahui, demikian AFP.


Editor: Jafar M Sidik


Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar