Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 34 orang

id Sulteng,Sandi,Palu,Ppkm

Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 34 orang

Sejumlah murid penyintas bencana likuifaksi berada di luar kelas usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana di sekolah darurat bencana SD Negeri Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (18/10). ANTARA/Basri Marzuki

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan pasien aktif COVID-19 di Sulteng saat ini tersisa 34 orang.
 

"Kasus aktif COVID-19 atau warga terpapar COVID-19 yang masih menjalani isolasi di Sulteng hari ini tersisa 34 orang atau 0,07 persen dari total warga yang telah terpapar COVID-19 sebanyak 47.137 orang ," katanya di Kota Palu, Selasa (30/11) petang.
 

Ia menerangkan 34 pasien yang terpapar COVID-19 itu berada di sejumlah daerah antara lain delapan orang di Kabupaten Poso, tujuh orang di Kota Palu dan Tolitoli, empat orang di Sigi, dua orang di Buol, Parigi Moutong dan Tojo Una-Una, satu orang di Banggai Kepulauan dan Donggala.

 

"Sementara itu 45.501 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh atau mencapai 96,53 persen dari total warga yang terpapar COVID-19 di Sulteng. Selain itu 1.602 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia atau 3,40 persen," ujarnya.

 

Hari ini Adiman mengatakan lima pasien COVID-19 masing-masing dua orang di Sigi, dua orang di Palu dan satu orang di Poso terkonfirmasi terpapar COVID-19.

 

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

 

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

 

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," terangnya.

 

 

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022