Lembaga jasa keuangan di Sulteng membaik seiring pulihnya ekonomi

id Sulteng,Sandi,Ppkm,Antara,Ojk

Lembaga jasa keuangan di Sulteng membaik seiring pulihnya ekonomi

Ilustrasi - Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (19/5/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp/am.

Palu (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Gamal Abdul Kahar menyatakan kondisi lembaga jasa keuangan di Sulteng meliputi perbankan dan perusahaan pembiayaan mulai membaik seiring pulihnya perekonomian setelah terdampak COVID-19.

"Hal tersebut tercermin dari perbaikan kondisi perbankan dari sejumlah indikator hingga triwulan III tahun 2021 dibanding tahun 2020. Nilai aset perbankan di Sulteng hingga triwulan III tahun 2021 tercatat Rp48,49 triliun, meningkat 9,09 persen dibanding triwulan III tahun 2020," kata Gamal Abdul Kahar di Palu, Rabu.

Selain itu, ujar dia, nilai kredit tercatat sebesar Rp35,37 triliun, meningkat 15,46 persen. Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp27,53 triliun, meningkat 5,29 persen.

Selanjutnya, Gamal menerangkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) terpantau stabil pada angka 2,64 persen yang mencerminkan efektivitas kebijakan stimulus OJK melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 tahun 2020 yang kemudian diamandemen melalui POJK Nomor 48 tahun 2020 dan POJK Nomor 17 tahun 2021.

"Kebijakan stimulus perekonomian pemerintah, OJK, dan Bank Indonesia dinilai cukup efektif mendorong pemulihan ekonomi di Sulteng termasuk pada lembaga jasa keuangan," ujarnya.

Kebijakan stimulus tersebut antara lain program relaksasi pajak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), insentif pajak properti, pajak kendaraan bermotor, penempatan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada perbankan, program subsidi bunga, penjaminan UMKM dan bantuan sosial.

Kemudian perusahaan pembiayaan di Sulteng juga terpantau mengalami tren perbaikan disebabkan adanya stimulus perekonomian pemerintah dalam bentuk relaksasi pajak kendaraan bermotor yang juga diiringi pembukaan kembali aktivitas ekonomi akibat penurunan penyebaran COVID-19.

"Hal tersebut tercermin dari piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp3,87 triliun, meningkat sebesar Rp805 miliar atau 26,26 persen," ucapnya.

Hal serupa, tambah Gamal, juga terlihat dari kondisi Non Performing Financing (NPF) yang terpantau stabil di angka 2,11 persen, mencerminkan efektifitas kebijakan stimulus OJK melalui POJK Nomor 14 tahun 2020 yang kemudian diamandemen melalui Peraturan OJK Nomor 58 tahun 2020.

 

Pewarta :
Editor : Muhammad Arshandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022