Pemkab Parimo: Alih fungsi lahan turunkan produktivitas pertanian

id Pertanian, lahan, sawah, tanaman pangan, pemkabparimo, Sulteng, Hadi safwan

Pemkab Parimo:  Alih fungsi lahan turunkan produktivitas pertanian

Salah satu areal persawahan di Kecamatan Parigi yang hingga kini masih produktif ditanami padi. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengemukakan alih fungsi lahan produktif dapat mempengaruhi serta menurunkan produktivitas pertanian di daerah itu.
 
"Peran petani sangat penting dalam menjaga lahan-lahan mereka agar tidak dialih fungsikan untuk kebutuhan pengembangan perumahan dan sebagainya. Jika hal ini terjadi maka lambat-laun produktivitas pertanian berpengaruh," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Hadi Safwan di Parigi, Kamis.
 
Ia memaparkan, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah memiliki regulasi tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai kebijakan pengendali alih fungsi lahan di wilayah-wilayah lumbung pangan.
 
Mengingat, Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan Sulteng, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan aturan demi mempertahankan status sebagai lumbung pangan provinsi.
 
Dalam regulasi Peraturan daerah LP2B, katanya, memuat salah satu hal larangan mengalihfungsikan lahan fungsional, atau lahan persawahan untuk kepentingan lainnya.
 
"Sejauh ini, pengalihan fungsi lahan banyak terjadi di Kecamatan Parigi yang sebelumnya areal persawahan, kini menjadi pengembangan perumahan oleh developer. Ini salah satu fakta," ujar Hadi.
 
Ia mengemukakan, pada kasus lain pengalihan lahan produktif juga disebabkan berbagai faktor, seperti tidak tersedianya sasaran dan prasarana pengairan yang baik, kekeringan lahan, hingga pada dampak aktivitas pertambangan.
 
Sebagai mana dalam kacamata pertanian, guna mendukung produktivitas yang baik, maka perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana penunjang memadai, yang paling vital adalah irigasi.
 
Karena, mayoritas pertanian di Parigi Moutong adalah subsektor tanaman pangan padi dan jagung yang selalu membutuhkan serapan air yang cukup.
 
"Komoditas padi dan jagung masih menjadi andalan Parigi Moutong. Kalau kemudian sasaran dan prasarana tidak lagi memadai, kami yakin petani beralih profesi. Maka dengan regulasi ini diharapkan masyarakat petani tetap memegang teguh profesi mereka serta tetap menjaga lahan semakin produktif," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022