BMKG prakirakan fenomena La Nina di Sulteng berakhir Juni 2022

id bmkg,kotapalu,sulawesitengah,lanina

BMKG prakirakan fenomena La Nina di Sulteng berakhir Juni 2022

Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. ANTARA/Kristina Natalia

Kota Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu memprakirakan fenomena La Nina yang terjadi pada November 2021 akan berakhir Juni 2022.

“Terus kami 'update' dan setelah dipantau diprakirakan akan melemah pada Juni 2022,” kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufrie Palu, Ambinari Rachmi Putri, di Palu, Rabu.

Rachmi menjelaskan beberapa daerah di Sulawesi Tengah akan terkena dampak fenomena La Nina dan bisa saja menyebabkan terjadinya cuaca buruk akibat meningkatnya curah hujan.

Daerah tersebut, yakni Kota Palu, Kabupaten Morowali Utara, Tojo Una-una, Sigi, Donggala, Toli-toli dan Buol.

“Potensi cuaca buruk bisa saja terjadi sehingga masyarakat harus tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang,” katanya.

Dia menjelaskan masyarakat patut waspada terhadap dampak bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh cuaca buruk.

“Ada daerah-daerah rawan bencana seperti Kabupaten Sigi dan wilayah pegunungan di Parigi Moutong patut waspada,” tutur Rachmi.

Fenomena La Nina terjadi di Sulteng sejak November 2021 dan diprakirakan berakhir Februari 2022. BMKG Stasiun Meteorologi kembali menyampaikan bahwa fenomena La Nina akan melemah hingga Juni 2022.

Tahun sebelumnya, La Nina terjadi pada September 2020 hingga Maret 2021 dan dampak yang dirasakan sekali itu pada November 2020,” 

“Tahun ini, dampak fenomena La Nina paling dirasakan di Kota Palu. Sebelumnya cuaca Palu yang panas berubah menjadi mendung dan sering hujan,” katanya.

Ia mengatakan BMKG akan terus mengeluarkan peringatan dini dan informasi terbaru terkait kondisi cuaca yang melanda wilayah Sulawesi Tengah.

“Masyarakat bisa 'update' cuaca dan kami berharap fenomena La Nina ini tidak menyebabkan cuaca buruk dan bencana di Sulawesi Tengah,” demikian Rachmi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022