Bea Cukai-Barantan Palu dorong UMKM tingkatkan nilai ekspor

id Bea cukai, ekspor, sulteng,Umkm

Bea Cukai-Barantan Palu  dorong UMKM tingkatkan nilai ekspor

Suasana kegiatan sosialisasi pengenalan prosedur ekspor bagi produk UMKM di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (21/6/2022). ANTARA/Mohamad Hamzah.

Donggala, Sulteng (ANTARA) -
Kantor Wilayah Bea Cukai Pantoloan dan Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kelas II Palu mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan nilai ekspor ke pasar global. 
 
"Ini adalah program 'UMKM Week' 2022, yang mana jajaran Kementerian Keuangan bahu-membahu mendorong pelaku UMKM agar percaya diri memulai dan meningkatkan nilai ekspor," kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Pantoloan Asep Ridwan, usai membuka sosialisasi UMKM Week 2022 di Kabupaten Donggala, Selasa. 
 
Ia menjelaskan salah satu program UMKM yakni membuka 'klinik' ekspor, yang memberikan segala bentuk kemudahan, baik dalam hal administrasi maupun perizinan bagi pelaku UMKM untuk memulai serta meningkatkan kualitas produknya.
 
Untuk mendukung langkah tersebut, kata dia, pihak Bea Cukai melakukan percepatan sosialisasi, asistensi, dan realisasi.

"Dalam sosialisasi, para peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang bagaimana tata cara prosedur ekspor dan syarat-syarat yang berlaku dalam kegiatan ekspor," ujarnya.
 
Kemudian, melakukan asistensi yang bertujuan untuk memberikan legalitas, termasuk pengisian sistem perizinan berusaha terintegrasi yang dikenal dengan Online Single Submission (OSS) bagi sebuah produk UMKM. 
 
"Sejauh ini sudah ada sejumlah produk UMKM lokal yang berhasil menembus pasar global dalam satu tahun terakhir. Akan tetapi, jumlah produk yang diekspor itu masih relatif kecil," ujar Asep.
 
Meskipun begitu, lanjut dia, Bea Cukai mendorong agar para pelaku UMKM tidak perlu mengkhawatirkan besaran jumlah produk yang akan di ekspor karena kunci dari ekspor itu adalah konsistensi pengiriman serta mampu menjaga kualitas produk. 
 
"Pengiriman produk harus teratur, misalnya setiap seminggu dua kali pengiriman dan harus dilakukan rutin," kata Asep. 
 
Ia mengemukakan sejumlah produk yang sudah berhasil menembus pasar global telah menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) asal Sulteng, tidak lagi melalui Makassar, Sulawesi Selatan. 
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Amril mengatakan, hingga kini pihaknya telah mengeluarkan puluhan lisensi produk UMKM yang telah menembus pasar global. 
 
Ia menyebutkan periode Januari hingga Mei 2022, jumlah ekspor secara keseluruhan mencapai 9. 926 ton dengan nilai Rp172 miliar. 
 
"Data bulan ini belum kami sortir, karena memang data itu bergerak, dan kebanyakan sasaran pasar ke China," tutur Amril. 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022