Kesbangpol: Hindari politik identitas agar pemilu kondusif

id Sulteng,sandi,palu,ppkm,pemilu

Kesbangpol: Hindari politik identitas agar pemilu kondusif

Arsip Foto-Korban bencana memasukkan surat suara ke kotak suara di tenda pengungsian di TPS 01 Kelurahan Petobo , Palu, Sulteng, Rabu (17/4/2019).ANTARA/Basri Marzuki

Palu (ANTARA) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Fahrudin D Yambas mengimbau masyarakat agar menghindari praktik politik identitas agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berjalan, lancar, tertib, dan kondusif.

Fahrudin D Yambas di Kota Palu, Rabu, mengatakan politik identitas menjadi salah satu penyebab utama pemicu terjadinya pertikaian antarwarga, suku, dan agama.

“Ideologi negara dan falsafah hidup kita adalah Pancasila dengan beragam agama dan budaya, maka jangan sampai dibenturkan dengan politik identitas yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan antarmasyarakat,” katanya.

Menurutnya, perbedaan pilihan presiden, kepala daerah, dan wakil rakyat di tingkat pusat maupun daerah pada Pemilu 2024 hal wajar karena setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihannya. Jangan hanya karena berbeda pilihan lantas praktik politik identitas dilakukan.

“Jangan sampai melakukan praktik politik identitas dengan mengembangkan isu-isu sensitif di tengah-tengah masyarakat yang dapat menyebabkan benturan antarmasyarakat,” ujarnya.

Fahrudin mengajak warga di seluruh daerah ini menjadikan Pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin negara, kepala daerah, wakil rakyat di pusat dan daerah berdasarkan dorongan hati dan bukan karena dorongan kepentingan pihak manapun.

Ia berharap Pemilu 2024 melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang dapat memenuhi harapan rakyat, bukan malah hanya mementingkan dan memenuhi kebutuhan pribadi apalagi hanya sibuk memperkaya diri dengan melakukan praktik-praktik koruptif.

“Kita berharap presiden, kepala daerah, dan wakil rakyat yang lahir dari Pemilu 2024 dapat memenuhi harapan rakyat,” tambahnya.
Pewarta :
Editor : Mohamad Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2022