BPS: Responden SE2016 Di Palu Kurang Jujur

id sensus

BPS: Responden SE2016 Di Palu Kurang Jujur

Sensus Ekonomi 2016 (antaranews)

Palu,  (antarasulteng.com) - Kepala Badan Pusat Statistik Kota Palu, I Nyoman Dwinda menilai rendahnya jumlah usaha yang tercacah karena banyak responden yang kurang jujur dalam memberikan keterangan kepada petugas.

"Bila ternyata ada usaha belum terdata, maka bisa diperbaiki di form SE2016-L1 dan SE2016 L2. Data akurat harus diupayakan agar kerja keras kita bermanfaat bagi bangsa dan negara dan bernilai pahala," ucapnya di Palu, Rabu.

Hingga memasuki hari ke-26 pencapaian SE2016 sudah mencapai 97 persen, namun jumlah usaha yang sudah dicacah terbilang rendah.

Untuk itu Petugas Pencacah Lapangan (PCL) yang sudah selesai mencacah diminta kesediaannya menyisir kembali apakah masih ada usaha yang terlewat.

Para PCL diminta bertanya lagi kepada responden tentang kegiatan apa saja yang biasa dilakukan dan sumber penghasilan rumah tangga.

Salah satu PCL, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Irmawati Hamid mengakui adanya responden yang kurang jujur dalam memberikan keterangan.

"Saya pribadi biasanya sebelum mencacah ke rumah responden berikutnya, sudah terlebih dulu mencari tahu sedikit informasi apa saja kegiatan sehari-harinya kepada tetangganya. Jadi sedikitnya dalam benak kita sudah ada gambaran," jelasnya.

Dalam bertugas, dia juga berupaya memberikan gambaran serta pemahaman tentang tujuan pelaksanaan sensus.

Karena bnyak responden kita belum paham tujuan dan arti pentingnya SE, setelah kita beri penjelasan akhirnya mereka sedikit lebih terbuka.

Sensus Ekonomi itu sendiri serentak dilaksanakan se-Indonesia mulai 1 Mei dan akan berakhir pada 31 Mei mendatang.  
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar