KNPI: Jangan Lempar Tanggungjawab Penanganan Gizi Buruk

id knpi

Ilustrasi (antaranews)

Jangan sampai ada instansi yang mengatakan itu bukan tugas kami, tapi tugas instansi yang lain
Palu,  (antarasulteng.com) - Sekertaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tengah, Nur Salim P Alatas mengharapkan agar penanganan kasus gizi buruk di Kota Palu dan daerah lainnya di Sulteng agar tidak saling lempar tanggungjawab antar instansi teknis.

"Jangan sampai ada instansi yang mengatakan itu bukan tugas kami, tapi tugas instansi yang lain," katanya di Palu, Sabtu.

Menurut Salim, kasus gizi buruk merupakan suatu permasalahan yang sangat penting ditangai oleh suatu daerah, karena itu menunjang kinerja negatife dari pemerintahan setempat.

Saat ini kata dia, begitu banyak bantuan pemerintah, soal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, namun jika masih ditemukan gizi buruk, ini artinya sangat tidak baik.

"Kami berharap, tidak ada lagi anak-anak dengan kasus gizi buruk di daerah ini, karena mereka merupakan generasi penerus yang harus membangun bangsa ini," ucap Salim.

Sebelumnya Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, Sulawesi Tengah, sedang merawat intensif seorang pasien penderita gizi buruk bernama Muhammad Azam dengan kondisi fisik yang cukup memprihatinkan.

Pasien itu adalah seorang anak laki-laki berusia enam, hanya memiliki berat badan tujuh kilogram.

Anak itu dibawa oleh ayahnya Rudy yang tinggal di Kelurahan Duyu, Kota Palu, ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Anutapura Palu pada Kamis (13/10) petang dengan kondisi fisik yang sudah tidak sadarkan diri.

Menurut keterangan pihak keluarga, ibu anak ini bernama Ardiyah bekerja sebagai tenaga kerja wanita di Malaysia dan ayahnya adalah tukang bangunan. Anak tersebut selama ini tinggal bersama ayahnya di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatangan, Kota Palu.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahan Pangan Kota Palu, Burhan Hamading menyatakan ketika ditemukan penyakit kasus gizi buruk, maka itu merupakan tugas dari dinas kesehatan.

"Kami hanya berhubungan dengan ketersediaan pangan yang bergizi,"katanya.

Ia juga mengakui kalau adanya kasus gizi buruk di kota Palu, maka ketersediaan pangan yang bergizi juga dipertanyakan.

"Kalau kita hanya melihat masalah makanan yang bergizi. Kalau usdah penyakitnya, itu berhubugan dengan dinas kesehatan," tutup Burhan.  
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar