Bupati: Sigi Pemasok Komoditi Hortikultura Kebutuhan Palu

id irwan

Bupati Sigi M Irwan (antaranews)

Sigi, Sulteng,  (antarasulteng.com) - Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan, Kabupaten Sigi selama ini menjadi daerah pemasok komoditi hortikultura untuk kebutuhan masyarakat di Kota Palu.

"Kebanyakan hasil panen petani Sigi, itu dipasarkan ke Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah," katanya di Sigi, Jumat.

Bupati Irwan menjelaskan berbagai jenis komoditi hortikultura seperti cabai, bawang merah, tomat, kacang panjang, buncis, terong, gambas, buah pepaya, buah naga, belimbing dan semangka setiap panen dijual para petani langsung ke Kota Palu.

Sebagian juga, kata bupati dijual ke Kaltim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

Kaltim selama ini memang merupakan daerah yang menjadi tujuan pasar hasil produksi petani Sigi, selain Palu pasar utama.

Karena Sigi merupakan sentra produksi komoditi hortikultura, Bupati Irwan berharap petani terus meningkatkan produksi dan produktivitas produk yang dihasilkan.

"Kan pasarnya sudah ada. Ya sekarang bagaimana caranya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman sehingga penghasilan semakin lebih besar,"katanya.

Dengan demikian, otomatis tingkat kesejahteraan petani juga akan lebih baik lagi.

Kabupaten Sigi juga menjadi sentra pengembangan ternak sapi karena masih memiliki lahan dan juga potensi pakan ternak sapi yang besar dan sangat mendukung bagi program tersebut.

Sebagai daerah penyangga kebutuhan masyarakat di Kota Palu, makanya, petani hortikultura dan juga ternak sapi potong diimbau untuk dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan meningkatkan produksi usaha masing-masing.

Ny Sulasri, seorang petani hortikultura di Desa Sidera, Kabupaten Sigi mengatakan kondisi tanah sangat cocok bagi pengembangan komoditi hortikultura.

Di wilayah itu ada sekitar 200an petani yang selama ini mengembangkan komoditi dimaksud. Dan tanaman bawang merah paling banyak dikembangkan.

Permintaan terhadap bawang merah atau biasa disebut bawang sayur cukup tinggi dan petani selama ini belum mampu memenuhi semua permintaan pasar.

Apalagi, kata dia, bawang untuk bahan baku bawang goreng khas Palu permintaan terus meningkat sehingga petani masih kewalahan memenuhinya.  
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar