Paralimpiade Angkat Olahraga Difabel Jadi Kompetisi Elit

id paralimpade, olahraga, difabel, cacat

Empat Atlet Paralimpiade saat tiba di London (Zeynita Gibbons)

London - Kepopuleran ajang Paralimpiade  London 2012 selama 11 hari telah menunjukkan bahwa olahraga bagi atlet penyandang cacat cepat diakui sebagai kompetisi elit, kata Ketua Panitia Olimpiade dan Paralimpiade London 2012, Sebastian Coe.

Hal mengejutkan selama perhelatan Paralimpiade musim panas itu adalah dengan terjualnya 2,7 juta lembar tiket yang meraup hampir Rp71,96 juta (45 juta Poundsterling).

Penjualan tiket sebanyak itu melebihi target penjualan panitia, sebesar Rp55,97 juta (35 juta Poundsterling), dan bahkan belum pernah terjadi di ajang Paralimpiade sebelumnya.

"Perolehan tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat telah memandang Paralimpade sebagai ajang olahraga terkemuka dan para atletnya sebagai olahragawan elit," kata Coe yang pernah meraih dua medali emas di ajang Olimpiade.

"Saya rasa, kita semua telah benar-benar membuat sebuah panggung  bagi para atlet penyandang cacat dan bakat mereka. Dua per tiga dari  populasi penyandang cacat dunia menyaksikan pertandingan Paralimpiade melalui televisi, tiga per empat lain mengikuti setiap berita  perkembangan Paralimpiade melalui media cetak, radio televisi dan daring," lanjutnya.

Lebih dari empat miliar orang diperkirakan menyaksikan pertandingan Paralimpade London tersebut melalui tayangan televisi, tambahnya.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah penonton pada saat Paralimpiade Athena 2004, dengan jumlah penonton 1,9 miliar.(ANTARA/Reuters)

Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar