Nelayan Dampelas Dapat Bantuan Tiga Kapal Ikan

id kapal

Dokumen. Tahir, nelayan asal Tolitoli berdiri dengan bangga di atas kapal usai menerima bantuan kapal penangkap ikan bertonase 35 GRT itu dari Wagub H. Soedarto di PPI Donggala, Kamis (13/12) (ANTARANews/Rolex Malaha)

Palu, (antarasulteng.com) - Sebanyak tiga kelompok nelayan di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akan mendapat bantuan kapal penangkap ikan berkapasitas 20 gross ton dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kapal tersebut rencananya akan didistribusikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Donggala melalui program Mina Maritim.

"Mungkin awal Januari ini kapalnya sudah diserahkan. Kami baru terima alat tangkap berupa pukat," kata Ketua Koperasi Nelayan Panimbau, Desa Sabang, Sahrudin di Palu, Kamis.

Koperasi Panimbau adalah salah satu koperasi yang akan bermitra dengan tiga kelompok usaha bersama yakni KUB Arjuna, KUB Camar Laut dan KUB Montigo. Ketiganya beralamat di Desa Sabang.

Sahrudin mengatakan kapal tangkap dari Kementerian KP itu nantinya akan dioperasikan oleh tiga KUB tersebut dan hasilnya akan dipasok ke koperasi selanjutnya dijual ke konsumen.

Selama ini, kata Sahrudin, nelayan di wilayah itu hanya menggunakan perahu katinting dengan jangkauan maksimum 10 mil dari bibir pantai. Sementara kapal yang akan diberikan ke nelayan dapat menjangkau hingga 60 mil.

Sahrudin mengatakan dirinya berterima kasih kepada pemerintah khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Donggala karena selama ini nelayan di Dampelas tidak pernah mendapat bantuan kapal.

"Selama ini kami hanya dapat bantuan katinting. Ini tidak maksimal hasilnya. Alhamdulillah Kadis Perikanan Donggala Ali Assegaf sudah memfasilitasi kami sehingga bisa dapat bantuan dari pemerintah," katanya.

Selain kapal, nelayan juga sudah mendapat bantuan pabrik es dengan kapasitas produksi 1,5 ton per hari.

Sahrudin mengatakan dengan adanya bantuan pabrik es tersebut, kebutuhan es untuk nelayan sudah tertangani sehingga memudahkan nelayan untuk mendinginkan ikan sehingga tetap awet.

Selama ini nelayan setempat hanya mendapat pasokan es dari kulkas pribadi yang dibuat sendiri oleh nelayan sehingga produksinya sangat terbatas.

Nelayan juga sudah mendapat bantuan pukat gilnet sepanjang 500 meter per KUB. Pukat jenis ini dapat digunakan di kedalaman hingga 25 meter.

Sahrudin berharap program pemerintah di bidang kelautan dan perikanan berlangsung secara serius dan kontinyu sehingga kendala yang dihadapi nelayan selama ini dapat teratasi.

Dirinya berharap dengan adanya perhatian pemerintah tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.  
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar