Gubernur: ASN Sulteng Harus Bijak Gunakan Medsos

id longki

Drs, Longki Djanggola, MSi (ist)

Gunakanlah media sosial secara cerdas, beretika dan bijak dalam merespon tiap pemberitaan, haruslah sesuai fakta juga akurat
Palu,  (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Gunakanlah media sosial secara cerdas, beretika dan bijak dalam merespon tiap pemberitaan, haruslah sesuai fakta juga akurat" kata Longki dalam sambutannya yang dibacakan plt. Sekdaprov, Derry B Djanggola dalam upacara rutin Korpri di halaman kantor Gubernur Sulteng, Jumat.

Kata dia, saat ini maraknya pemberitaan di media massa maupun media sosial yang belum tentu kebenarannya alias hoax, sangat meresahkan masyarakat. Sehingga dia berharap agar ASN jangan mudah percaya apalagi ikut-ikutan.

Selain itu, gubernur mengimbau kepada seluruh ASN, agar menunjukan komitmen dan dedikasinya serta tekun dalam melaksanakan tugas keseharian sebagai abdi Negara.

"Salah satunya adalah hadir pada upacara ini," ujarnya.

Kemudian bagi dia, ASN lingkup Pemprov Sulteng yang belum hadir dalam kegiatan rutinitas bulanan itu, dapat bergabung di bulan yang akan akan datang.

"Untuk rekan-rekan yang lain, yang mungkin pagi ini belum bisa bergabung, Ayo kita selalu berpikir positif seraya mendoakan, semoga tetap melindungi dan menyehatkan mereka, agar supaya bulan depan Insya Allah mereka bisa hadir disini berbagi korsa dan menunjukan komitmennya sebagai insan aparatur sipil negara," tambah gubernur.

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh ASN, bahwa sebagai abdi Negara, telah terikat dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014. Sebab dengan itu, dapat mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing.

"Langkah nyata awal yang dilakukan ialah dengan penegakan disiplin," katanya.

Menurut gubernur perubahan adalah sebuah keniscayaan. Hal itu terjadi pada nomenklatur struktur organisasi pemerintah daerah sekarang. Yang pada tujuannya kata dia, untuk menata pemerintahan secara efisien, efektif dan juga rasional.

Sehingga, perubahan itu harus didukung oleh ASN yang memiliki kapasitas dan produktifitas tinggi, agar mampu menciptakan keberhasilan pembangunan yang merata di berbagai bidang.

"Kepada pejabat pratama, kiranya dapat memahami kondisi lingkungan kerja yang saudara pimpin, kepada pejabat Administrator dan pengawas agar terus mengarahkan, membimbing dan memantau kinerja dan staf. Ini semua niscaya membuahkan birokrasi sehat," katanya. 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar