Arema lolos final Piala Presiden secara dramatis

id arema

Semen Padang Vs Arema. Pesepakbola Semen Padang FC, Marcel Sacramento (kiri) mengejar bola dibayangi pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho (kanan) pada pertandingan Semifinal Piala Presiden 2017, di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Kamis (2/3/2017). (ANTARA /Iggoy el Fitra)

Malang (antarasulteng.com) - Arema FC melaju ke babak final Piala Presiden 2017 secara dramatis dengan mengalahkan tamunya Semen Padang dengan skor telak 5-2 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu malam.

Lima gol Arema diborong oleh Cristian Gonzales, masing-masing pada menit ke-27, 30, 65, 88, dan gol terakhir tercipta pada menit ke-96 (injury time). Sementara dua gol Semen Padang tercipta dari kaki Marcel Sacramento pada menit ke-23 dan Vendry Mofo pada menit ke-26.

Tertinggal 0-2, menjadikan agregat gol Arema dan Semen Padang menjadi 0-3 karena pada leg pertama yang digelar di kandang Semen Padang, Arema harus mengakui ketangguhan Semen Padang yang mampu menundukkan Singo Edan dengan skor tipis 0-1.

Tertinggal agregat gol 0-3, tak membuat Arema patah arang dan patah semangat. Melalui serangan yang berrtubi-tubi dan kerja keras, anak asuh Aji Santoso akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui tendangan Cristian Gonzales pada menit ke-27 yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Semen Padang M Ridwan.

Berselang tiga menit kemudian (30), Cristian Gonxales kembali menggetarkan jala gawang Semen Padang dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga wasit Nusur Fadilah meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.

Pada 45 menit babak pertama jual beli serangan dan permainan cepat yang diperagakan kedua tim tak bisa dielakkan lagi. Pada menit-menit awal, lini pertahanan Arema kedodoran, sehingga para pemain Semen Padang bisa dengan mudah membobol gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga Hermansyah.

Memasuki 45 menit babak kedua, tempo permainan masih tetap cepat dan sedikit keras, sehingga wasit Nusur Fadilah harus mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk pemain kedua tim.

Tekanan demi tekanan terus diperagakan kedua tim, namun pertengahan babak kedua, Semen Padang mulai menurunkan tensi serangannya dan tempo permainannya, bahkan palang pintu yang cukup kokoh menghadang para pemain Arema yang tidak mengendurkan serangannya. 

Para pemain Semen Padang tak bisa lagi leluasa mengembangkan permainannya karena benteng kokoh Arema selalu menghadang setiap serangan yang dibangun anak asuh Nil Meizar tersebut. Bahkan, pada menit ke-65, gawag M Ridwan kembali jebol oleh sontekan kepala Cristian Gonxales.

Tak berhenti di situ, bangunan tembok besar pertahanan Semen Padang yang sangat kokoh itupun juga dengan mudah diterobos para pemain Arema, apalagi Arif Suyono yang dimasukkan pada babak kedua begitu memanjakan Gonzales dengan umpan-umpannya.

Assis Arif Suyono yang cukup bagus tak disia-siakan oleg Gonzales yang sudah berada di mulut gawang. Gonzales kembali menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Lagi-lagi gawang Semen Padang bobol untuk yang keempat kalinya pada menit ke-88.

Aksi solo run Gonzales pada detik-detik akhir menjelang berakhirnya babak kedua, bahkan sudah memasuki injury time, Gonzales dengan mudah menyontekkan bola ke gawang M Ridwan dan skor pun berubah menjadi 5-2.

Semen Padang yang sudah unggul dengan dua gol, bahkan agregat tiga gol secara perlahan gol mulai berbalik. Gol demi gol hingga menjadi unggul dua gol atas Semen Padang mengantarkan Arema FC meraih tiket lolos babak final yang akan menghadapi Pusamania Borneo FC yang mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar