Papan Catur Kelapa Karya Lapas Tolitoli Raih Penghargaan Nasional

id Lapas

Papan catur berbahan batang dan tempurung kelapa karya warga binaan Lapas Tolitoli (Antarasulteng.com/Istimewa)

Papan catur berbahan kelapa ini dijual di pusat perdagangan modern Sarinah Jakarta.
Palu (antarasulteng.com) - Hasil industri kerajinan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tolitoli, Sulawesi Tengah, meraih prestasi nasional sebagai komoditas favorit dalam pameran nasional produk unggulan industri dan kerajinan warga binaan Lapas se-Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

"Produknya berupa papan catur yang terbuat dari batang dan tempurung kelapa," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng Tholib, BcIP, SH.MH di sela karya bhakti warga binaan Lapas dan ASN Kemenkumham Sulteng di Anjungan Nusantara Pantai Talise Palu, Senin.

Menurut Tholib, pada pameran nasional yang berlangsung di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, 4-7 April 2017 untuk memeriahkan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 Tahun 2017 itu, delegasi Sulteng menampilkan papan catur berbahan batang dan tempurung kelapa.

"Desainnya memang sangat bagus sehingga menarik perhatian para pengunjung. Papannya terbuat dari batang kelapa dan dilapisi dengan tempurung kelapa sedangkan buah caturnya dari batang kelapa. Produk ini akhirnya ditetapkan sebagai komoditas favorit dalam pameran itu. Produk ini pun diperebutkan saat dilelang di depan pengunjung pameran," ujarnya.

Dalam pameran yang menampilkan ratusan produk kerajinan dan industri karya warga binaan Lapas se-Indonesia itu, hanya kontingen Sulteng yang menyajikan produk papan catur dari kayu dan tempurung kelapa. Produk ini adalah hasil karya warga binaan Lapas Tolitoli.

Sekarang, kata Tholib, papan catur seperti ini diproduksi oleh warga binaan Tolitoli dan Leok, Kabupaten Buol. Hasilnya dijual di pusat perbelanjaan modern industri kerajinan Sarinah, Jakarta.

"Produk ini sangat disukai para warga ekspatriat," ujarnya dan menambahkan, sekarang papan catur dari bahan kelapa ini juga dipajang di sebuah etalase di Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Menurut Tholib, Kanwil Kemenkumham memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan sesuai minat dan bakat mereka agar mereka bisa hidup mandiri dan diterima masyarakat setelah keluar dari Lapas.

Bersihkan anjungan

Sementara itu, sedikitnya 100 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan aparatur sipil negara (ASN) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulteng turun lapangan membersihkan Anjungan Nusantara Pantai Talise, Palu, Senin.

Pembersihan dilakukan mulai dari tepi jalan raya sampai pinggiran pantai, berlangsung sekitar dua jam dari pukul 07.00 Wita sampai pukul 09.00 Wita dipimpin Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Tholib, BcIP, SH.MH.

Hadir pula para Kepala Divisi di Kanwil Kemenkumham setempat, Kepala Rupbasan Palu, Kepala Lapas Kelas IIA Palu dan Kepala Rutan Maesa Palu bersama staf masing-masing. Mereka memperlengkapi diri dengan sapu, pacul, skop dan parang.

Kegiatan bersih-bersih Anjungan Nusantara Pantai Teluk Palu ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 Tahun 2017.

"Anjungan Nusantara ini adalah ikon Kota Palu yang ramai dikunjungi warga dari berbagai tempat untuk rekreasi. Kami ingin mengambil bagian agar tempat ini tetap menarik untuk dikunjungi, antara lain dengan menjaga kebersihan dan keasrian kawasan," ujar Tholib.

Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-53 Tingkat Provinsi Sulteng akan diperingati dalam sebuah upacara di halaman Kantor Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Palu pada 27 April 2017.

Menurut rencana, acara itu juga akan dimeriahkan dengan pameran produk-produk industri dan kerajinan warga binaan Lapas se-Sulawesi Tengah. 

Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar