Polisi Belum Ketahui Daya Ledak Bom Morowali

id bom, polisi, morowali

Ilustrasi(FOTOANTARA/Dhoni Setiawan)

Palu - Polisi hingga saat ini belum mengetahui daya ledak bom yang meledak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu malam (29/9).

Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Minggu, mengatakan hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian di Desa Korowou, Kecamatan Lembo.

Dia mengatakan, polisi yang terdiri dari Detasemen Khusus 88 Antiteror, tim Gegana Brimob Polda Sulteng sudah melokalisasi tempat ledakan dan melakukan penyisiran.

Dalam penyisiran itu ditemukan sejumlah serpihan pipa besi dan sejumlah botol bekas air mineral yang berisi bahan peledak.

"Kita masih periksa temuan itu, apakah ledakan termasuk tinggi atau rendah," kata Soemarno.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 21.45 WITA tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka.

Insiden itu hanya menyebakan kaca jendela pecah dan beberapa seng atap rumah terlepas dari tempatnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, katanya, sebelum terjadi ledakan terdapat seorang pria dengan muka tertutup kain mondar-mandir di depan sebuah kios.

Beberapa saat kemudian terjadi ledakan, dan sempat membuat warga berhamburan keluar rumah.

Soemarno mengaku belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut, apakah terkait aksi teror atau adanya eskalasi politik. "Kita masih selidiki," katanya.

Pada 27 November 2012 di Kabupaten Morowali akan digelar pemilihan kepala daerah.

Kabupaten Morowali sendiri berbatasan dengan Kabupaten Poso yang dinilai masih rawan terjadi aksi terorisme.

Pada akhir pekan lalu, seorang terduga teroris asal Kabupaten Poso ditangkap polisi di Pelabuhan Pantoloan Palu usai turun dari kapal.

Saat ini polisi di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah gencar melakukan razia guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan.

Lebih lanjut Soemarno mengimbau kepada warga untuk turut berperan serta dalam menjaga keamanan daerahnya.

Bentuk kewaspadaan itu adalah mengidentifikasi pendatang baru. "Kalau ada yang mencurigakan segera lapor ke pihak keamanan terdekat agar mudah diantisipasi," katanya. (R026)

Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar