BI Sulteng Imbau Masyarakat Jangan Belanja Berlebihan

id bank

Bank Indonesia (BI) (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah, Miyono menghimbau kepada masyarakat Sulteng untuk tidak berbelanja secara berlebihan selama bulan Ramadhan dan jelang lebaran 2017.

Terutama untuk komoditi bahan pangan, alangkah baiknya tidak belanja berlebihan, katanya di Palu, Sabtu.

Miyono menjelaskan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional Masomba bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan pasar inpres Manonda Palu serta pasar ritel modern trans mart carrefour Palu bersama tim dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Pemerintah Kota Palu.

Hampir semua harga komoditi pangan dalam kondisi aman dan terkendali," ungkapnya.

Namun bagi Miyono yang menjadi perhatian saat ini, khususnya komoditi Bawang Putih yang mengalami cenderung mengalami kenaikan ditingkatan pengecer atau pedagang di pasar tradisional maupun di pasar ritel modern.

Dua hari lalu harga bawang putih cenderung naik, tapi setelah Sidak hari ini cenderung sudah turun, katanya.

Khusus mengantisipasi normalnya harga bawang putih kata Miyono, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bulog Sulteng, yang rencananya hari ini akan tiba satu ton bawang putih dari Surabaya.

Nanti tanggal 6 Juni, akan tiba 19 ton lagi bawang putih dari Surabaya, ujarnya.

Miyono berharap dengan banyaknya ketersediaan bahan pangan, bisa membuat harga menjadi lebih turun lagi dan dapat ke posisi normal.

Miyono kembali berharap masyarakat tidak perlu panik, agar dapat tenag karena bahan pokok dalam kondisi cukup serta tidak perlu belanja berlebih-lebihan

Di sisi lain Miyono juga melihat perilaku pedagang yang tidak peduli dengan orang, karena sebagai pemerintah pihaknya tidak akan membiarkan seperti itu. Pemerintah berkeinginan agar pedagang juga ikut memperhatikan ketersediaan bahan pokok dilingkungan mereka, jangan sampai ada niatan untuk menimbun barang demi keuntungan pribadi saja. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar