Tagihan PLN Tentena tertunggak Rp50 juta tiap bulan

id Poso

Tagihan PLN Tentena tertunggak Rp50 juta tiap bulan

Kantor PLN Rayon Tentena (Antarasulteng.com/Feri)

Manurung: tahun 2018 semua pelanggan PLN di Rayon Tentena sudah gunakan meteran prabayar
Poso (Antarasulteng.com) - PT. PLN Rayon Tentena, Kabupaten Poso, mengalami kekurangan pembayaran tagihan sebesar Rp50 juta setiap bulan dari 8.000-an pelanggan yang hingga kini masih menggunakan meteran listrik biasa.

Kepala PLN Rayon Tentena S. Manurung mengatakan di Tentena, Selasa, jika tanpa tunggakan, tagihan rekening listrik di rayon itu terbayar senilai Rp1 miliar dari 8.000-an pelanggan.

"Setiap bulan pelanggan non-listrik pintar menunggak Rp50 juta lebih dari total rekening yang seharusnya masuk senilai Rp1 miliar," ujarnya.

Manurung mengatakan, tunggakan itu bukan karena kurangnya kesadaran pelanggan membayar rekening listrik, namun karena saat penagihan dilakukan, pemilik rumah tidak berada di tempat atau bekerja di kebun, selain itu pemilik meteran sudah lama meninggalkan rumah, sementara beban listrik tetap berjalan. 

Manurung berterima kasih kepada pelanggan listrik di wilayah Tentena dan sekitarnya yang telah patuh membayar listrik tepat pada waktunya.

Ia berharap seluruh pelanggan listrik dengan meteran biasa bisa segera beralih menggunakan listrik pintar atau prabayar sebab menggunakan listrik pra bayar memiliki banyak keuntungan dan tidak berakibat pemutusan aliran listrik atau pembongkaran meteran listrik.

Pelanggan hanya mengisi pulsa listrik yang tersedia di banyak tempat dan bisa mengetahui langsung jumlah pemakaiannya., katanya. 

Ke depan, katanya, PLN RayonTentena menargetkan semua pelanggan listrik akan menggunakan listrik prabayar. 

Dari data PLN Rayon Tentena, hingga Mei 2017 sebanyak 24.500 pelanggan listrik prabayar dan listrik biasa. Sementara untuk bantuan subsidi listrik bagi rumah tangga tidak mampu, data sementara masih berkisar 6 ribu rumah. 

Selain program target PLN untuk menjadikan listrik prabayar kepada pelanggan, juga program tahun ini hingga tahun 2018 adalah memperbaiki jaringan yang mulai rusak dan sudah tua. 

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar