Kamis, 19 Oktober 2017

Kadishub: Arus Mudik Lebaran Meningkat 15 Persen

id haris
Kadishub: Arus Mudik Lebaran Meningkat 15 Persen
Abdul Haris Renggah, SE (antarasulteng.com/rolex malaha)
Kalaupun peningkatan lebih dari itu, tetap masih dapat diimbangi ketersediaan kursi/tempat duduk bis masih cukup memadai
Palu,  (antarasulteng.com) - Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah Haris Rengga memperkirakan arus mudik lebaran lewat jalur darat di daerah itu mengalami peningkatan sekitar 15 persen dari sebelumnya.

"Kalaupun peningkatan lebih dari itu, tetap masih dapat diimbangi ketersediaan kursi/tempat duduk bis masih cukup memadai," katanya di Palu, Minggu.

Ia mengatakan jumlah bis angkutan kota antarprovinsi dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP/AKAP) yang ada saat ini cukup memadai.

Menurut dia, meski terjadi lonjakan arus mudik lebaran, armada-armada milik Perusahaan Otobis (PO), jumlahnya masih memadai.

Apalagi, kata dia, tidak semua jalur yang ada akan ramai dilewati bis-bis angkutan penumpang mudik lebaran.

Trayek mudik lebaran yang dipastikan ramai antara lain Palu-Gorontalo dan Palu-Makassar untuk bis AKAP, yakni tujuan berbagai kota diluar wilayah Sulteng.

Sementara di dalam wilayah Sulteng, jalur-jalur yang ramai dilalui bis angkutan mudik lebaran antara lain Palu-Poso, Palu-Luwuk, Palu-Ampana, Palu-Bungku dan Palu-Tolitoli-Buol.

Semua instansi terkait, kata Haris, telah berkoordinasi demi kelancaran arus mudik lebaran kali ini. "Kami sudah berkoordinasi dengan semua dinas dan instansi terkait di daerah ini," kata dia.

Termasuk jalur-jalur rawan yang akan dilewati bis angkutan mudik lebaran untuk mendapat perhatian dan pengawasan dari semua pihak terkait agar arus lalulintas angkutan mudik dapat berjalan lancar.

Dia menegaskan semua titik rawan akan mendapat perhatian dan pengawasan khusus dari pihak terkait yang ada di daerah ini.

Misalkan, jalur penghubung Trans Sulawesi dari dan ke Kota Palu melalui ruas jalan Taweli-Toboli yang selama ini merupakan jalur utama dan ramai dilewati kendaraan barang maupun penumpang.

Di sepanjang jalur jalan nasional itu, kata dia, akan ditempatkan petugas dan juga alat berat karena rawan bencana tanah longsor. Jalur itu rawan longsor di saat musim hujan seperti sekarang ini sehingga mendapat perhatian dari pemerintah di daerah ini.

Selain rawan longsor, juga kecelakaan lalulintas karena jalan banyak berkelok-kelok dan licin. (skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga