Kemenag Sulteng Salurkan Bantuan Banjir Lewat Posko Ansor

Pewarta : id Banjir, Ansor, Tolitoli

Kakanwil Kementerian Agama Abdullah Latopa (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban banjir Tolitoli melalui Posko Bantuan Ansor Sulteng. Bantuan tersebut diterima Ketua PW Ansor Sulteng Adha Nadjemuddin, Jumat (16/6). (FOTO:Muhlislatif)

Palu (antarasulteng.com) - Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah ikut prihatin terhadap korban banjir dengan memberikan sejumlah bantuan yang didistribusi melalui posko bantuan Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah di Palu.

Bantuan berupa beras, minyak goreng dan mie instan itu diserahkan secara simbolis oleh Kakanwil Kemenag Sulawesi Tengah Abdullah Latopada dan Ketua Dharma Wanita Nurlaila Latopada kepada Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah Adha Nadjemuddin di sela-sela buka puasa bersama di Kantor Kemenag Provinsi di Palu, Jumat petang.

"Bantuan ini diinisiasi oleh ibu-ibu Dharma Wanita di lingkungan Kemenag Sulteng sehingga bisa terkumpul untuk korban banjir. Semoga bermanfaat," katanya.

Abdullah berharap bantuan berupa bahan pokok tersebut dapat meringankan korban banjir khususnya di Tolitoli terutama mereka yang sangat membutuhkannya.

Sementara itu Ketua Ansor Sulawesi Tengah Adha Nadjemuddin mengatakan seluruh bantuan yang sudah masuk di Posko Ansor segera dikirim ke Tolitoli melalui darat sehingga bisa segera dimanfaatkan warga.

Adha mengatakan Posko Ansor telah mendistribusikan bantuan tahap pertama ke Posko Ansor di Tolitoli sebanyak satu juta rupiah untuk pembelian air mineral. Rencananya bantuan yang sudah terkumpul di Posko Ansor saat ini akan didistribusi ke Tolitoli Sabtu (17/6).

"Termasuk bantuan dari Kemenag juga akan kita distribusi besok (Sabtu)," katanya.

Dia mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan oleh GP Ansor dan Banser di Tolitoli. Posko Ansor Tolitoli kata dia, sudah memiliki data yang pantas diberikan bantuan sehingga setibanya bantuan tersebut langsung didistribusi ke titik bencana paling membutuhkan.***     
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar