Sabtu, 21 Oktober 2017

Pemkab Tolitoli Diminta Cegah Penyakit Pascabanjir

id perindo
Pemkab Tolitoli Diminta  Cegah Penyakit  Pascabanjir
Sekretaris DPW Perindo Sulteng Mahfud Masuara bersama Ketua DPD Perindo Tolitoli Hamzah Akub meninjau perkembangan pascabanjir di kota kabupaten tersebut. (Muhammad Hajiji/antarasulteng.com)
Tolitoli,  (Antarasulteng.com) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diminta untuk segera turun kelapangan melakukan penyemprotan (Fogging) untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti penyebar virus demam berdarah dengue pascabanjir didaerah tersebut.

"Sebelum ada korban menderita penyakit tersebut, sebaiknya Dinas Kesehatan segera mengambil tindakan untuk melakukan penyemprotan atau pengasapan cegah DBD," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulteng, Mahfud Masuara saat melakukan tinjauan pascabanjir di Kota Tolitoli, Jumat (16/6) sore.

Menurut Mahfud nyamuk yang membawa virus demam berdarah dengue mudah berkembang di masyarakat. Karena, pascabanjir lingkungan masyarakat kotor, menyisahkan sisa air banjir, serta lumpur kering.

Kata dia lingkungan yang jauh dari kesehatan mudah memberikan berbagai macam ancaman penyakit kepada masyarakat.

"Potensi penyakit dan sumber ada. Ini harus segera di cegah oleh Pemkab Tolitoli lewat Dinas Kesehatan setempat," ujarnya.

Ia mengaku bahwa saat melakukan peninjauan lokasi pascabanjir, tidak ditemukan posko kesehatan yang dibangun oleh pemkab setempat.

Kondisi itu juga dibenarkan oleh Ketua DPD Perindo Tolitoli Hamzah Akub. Ia menyebut Dinkes Tolitoli jangan menunggu adanya korban, kemudian melakukan pencegahan.

"Saat banjir menerpa permukiman warga, kondisi air sangat tinggi diatas pinggang orang dewasa. Bahkan di wilayah yang lain air mencapai leher orang dewasa. Tentu ini menyisahkan materil dan genangan yang berdampa buruk pada kesehatan," sebutnya.

Ia mengaku bahwa sampai saat ini masyarakat masih trauma dengan banjir bandang yang terjadi sebanyak dua kali dihari berbeda.

Editor: Anas Masa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga