Wabup: Ketersediaan Bahan Bakar Nelayan Bangkep Cukup

id bbm, nelayan

Sulimah (40), sedang memperbaiki perahu dengan dana PUMP yang diterimanya tahun 2011 bersama anggota KUB Nadupamo, Donggala. Sulima menerima bantuan berupa mesin 5,5 PK dan alat tangkap gill net permukaan. (Istimewa/DKP Sulteng)

Salakan, Sulteng,  (antarasulteng.com) - Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Rais Adam mengatakan, ketersediaan bahan bakar bagi nelayan di daerah itu hingga saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.

"Kecuali mungkin ada hal-hal yang tidak terduga, seperti keterlambatan pengiriman oleh kapal, karena faktor cuaca, mungkin akan mempengaruhi," katanya di Salakan, Jumat.

Dia menjelaskan, Bangkep merupakan salah satu daerah kepulauan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Namun saat ini untuk ketersediaan bahan bakar masih lancar dan tidak ada masalah.

Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan kata dia, di bagian timur berbatasan dengan Laut Maluku, bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Banggai Laut, bagian barat berbatasan dengan Selat Peling dan bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Banggai.

"Bangkep merupakan kabupaten bahari dengan luas laut sekitar 6.671,32 kilometer persegi atau sekitar 72,83 persen dari luas keseluruhan," ungkap Rais.

Terkait dengan kebutuhan bahan bakar kata dia, tidak hanya nelayan yang membutuhkan untuk daerah itu, tetapi siapa saja, karena transportasi antardaerah sebagian besar menggunakan transportasi laut.

Terkait dengan kebutuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), menurut Rais hal itu juga menjadi kebutuhan masyaraat nelayan di daerahnya. Sehingga mau tidak mau, sebagai program pemerintah harus disediakan bagi masyarakat dan itu merupakan wujud dari keberadaan pemerintah yang sangat diharapkan oleh masyarakat.

Berdasarkan data Marketing Operation Regional (MOR) Pertamina, khusus Pulau Sulawesi yang berada di regional VII, memiliki empat unit SPBN dan 62 unit Solar Packad Dealer Nelayan (SPDN) atau cikal bakal SPBN yang melayani konsumen nelayan dan usaha perikanan. (skd) 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar