Pengadaan Beras Sulteng Capai 16.000 Ton

id beras

Kepala Perum Bulog Sulawesi Tengah,Suprianto (foto Anas Masa)

Sulteng termasuk daerah sentra produksi pangan di Pulau Sulawesi.
Palu, (antarasulteng.com) - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah menyatakan realisasi pengadaan beras di daerah ini hingga medio Juli 2017 telah mencapai sekitar 16.000 ton.

Kepala Bulog Divre Sulteng Suprianto, di Palu, Selasa, mengatakan pada Musim Panen 2017 ini ditargetkan pembelian beras petani untuk kebutuhan stok nasional sebanyak 42.000 ton.

Menurutnya, meski realisasi belum mencapai 50 persen dari prognosa, namun optimistis bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Selain pengadaan dalam bentuk beras, juga berupa gabah kering panen (GKP).

"Kami tetap berusaha membeli gabah, meski para petani di Sulteng umumnya menjual beras," kata dia lagi.

Petani di Sulteng selama ini menjual hasil panen sudah digiling menjadi beras.

Karena itu, kata dia, pengadaan gabah masih sedikit. "Ya kami baru beli gabah saat ini sekitar 500 ton," kata Suprianto.

Bulog Sulteng pada 2017 ini telah bertekad untuk tidak lagi mendatangkan beras dari luar, termasuk impor, karena produksi petani di daerah itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sulteng termasuk daerah sentra produksi pangan di Pulau Sulawesi.

Sejak tahun 1984, Sulteng telah swasembada khususnya beras. Bahkan sebagian produksi petani dijual para pedagang antarpulau yang datang langsung membeli ke petani.

Bulog terus berupaya untuk membeli beras/gabah petani bersaing dengan para pedagang yang datang dari beberapa daerah di Pulau Sulawesi seperti Gorontalo dan Sulut.

Harga beras di tingkat petani saat ini masih berkisar 8.000/kg. Sedangkan Bulog membeli beras/gabah petani sesuai dengan standar harga pembelian pemerintah (HPP) yakni Rp7.300/kg.(BK03)
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar