Penyaluran Rastra Di Sulteng Capai 98 Persen

id rastra

PENYALURAN RASTRA KOTA PALU Warga menerima penyaluran beras sejahtera (Rastra) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (25/4). Penyaluran Rastra itu merupakan yang pertama kalinya di tahun 2017, terlambat karena pendataan kembali terhadap penerima program Rastra di Sulawesi Tengah. Antarasulteng.com/Mohama

Palu,  (antarasulteng.com) - Penyaluran beras untuk rakyat sejahtera (rastra) di Provinsi Sulawesi Tengah jatah Juni 2017 sudah mencapai 98 persen, kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog setempat Bahar.

"Tinggal satu daerah di Sulteng yang belum menyalurkan jatah rastra yakni Parigi Moutong," katanya, di Palu, Minggu.

Ia mengatakan sebanyak 12 daerah lainnya, termasuk di Palu, ibu kota Provinsi Sulteng sudah mendistribusikan rastra, dan sekarang ini akan menyusul penyaluran rastra untuk jatah rumah tangga sasaran (RTS) Juli 2017.

Bulog Sulteng, kata dia lagi, setiap bulan mengalokasikan rastra untuk disalurkan kepada RTS di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng sekitar 3.000 ton.

Kebutuhan beras tersebut dipenuhi dari realisasi pengadaan beras lokal.

Bulog Sulteng mulai 2017 ini bertekad untuk bisa mandiri dalam penyediaan dan penyaluran beras.

"Kami berupaya untuk tidak lagi mendatangkan beras dari luar Sulteng, termasuk impor," kata Bahar.

Karena itu, untuk memenuhi target kebutuhan beras di Sulteng, pihaknya mengoptimalkan pembelian gabah/beras petani di sejumlah kabupaten penghasil beras di provinsi ini.

Ada beberapa daerah yang memiliki areal persawahan yang cukup luar selama ini menjadi sentra pengadaan beras stok nasional di Sulteng.

Daerah-daerah dimaksud antara lain Kabupaten Banggai merupakan sentra produksi beras terbesar di Sulteng. Berikutnya, Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tolitoli, Donggala, dan Sigi.

Pada tahun 2017 ini, Bulog Sulteng menargetkan pengadaan beras sebanyak sekitar 42.000 ton dan telah terealisasi hingga kini baru 16.000 ton. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar