Untad Resmi Miliki Fakultas Kesehatan Masyarakat

id Untad

Rektor Untad Muhammad Basir meresmikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Untad, Senin (17/7) (www.antarasulteng.com/Fauzi)

Tentunya hasil ini yang merasakan adalah masyarakat khususnya Sulteng dan kita adalah pelayannya
Palu, (antarasulteng.com) - Universitas Tadulako resmi memiliki Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah Dekan FKM Untad, Doktor Nurdin oleh Rektor Untad Muhammad Basir.

Pelantikan dilaksanakan di Media Center Untad, Senin yang dirangkaikan dengan pelantikan Dekan Fakultas Kedokteran Untad Muhammad Mansyur Romi serta sejumlah wakil dekan dan pejabat struktural eselon IIIa dan IVa.

Rektor Untad, Muhammad Basir menyatakan kehadiran FKM dan Fakultas Kedokteran hari ini, merupakan buah kebersamaan antar lintas pengambil kebijakan seperti Untad, pemerintah daerah (Pemda), himpunan profesi dan semua sektor yang memberikan kontribusi di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Tentunya hasil ini yang merasakan adalah masyarakat khususnya Sulteng dan kita adalah pelayannya," ujar Basir.

Dengan hadirnya dua program studi itu, diharapkan dapat menghasilkan dokter dan sarjana kesehatan masyarakat yang berhati mulia. Rektor juga berharap, bagi pengelola fakultas dapat menjaga kekompakan dan bila ada bisikan-bisikan dapat dijaga untuk tidak dikeluarkan, sehingga dapat menghindari gesekan-gesekan antara sesama.

Sementara itu Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad, Doktor Nurdin mengatakan tujuan berdirinya FKM merupakan upaya promosi dan pencegahan penyakit.

Dengan terbentuknya FKM, maka saat ini telah ada sebanyal 11 fakultas di Untad. FKM sendiri memiliki 32 dosen terbagi dalam 14 orang dosen pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya merupakan dosen yang dibiayai oleh badan layanan umum (BLU)

Dia juga berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai dekan pertama untuk mengelola dan mengembangan fakultas. Saat ini kata dia, telah ada program studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan tidak lama lagi akan dibuka prodi Gizi yang telah disetujui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk dilaksanakan.

"Kami berencana untuk membuka Prodi Kesehatan Lingkungan, namun belum memenuhi syarat karena belum ada dosen PNS," ujar Nurdin. (FZI)

Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar