Trump menghiba kepada Republik tagih janji berangus Obamacare

id trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Washington (antarasulteng.com) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan permohonan terakhirnya kepada anggota Senat dari Partai Republik untuk bertindak benar dan memenuhi janji kampanye mereka selama tujuh tahun untuk mencampakkan dan mengganti UU Kesehatan yang ditandatangani mantan Presiden Barack Obama.

Selasa ini Senat AS akan menyelenggarakan pemungutan suara mengenai apakah akan membuka debat untuk memperbaiki UU itu. Pemimpin Mayoritas Senat (Republik) Mitch McConnell sudah menjanjikan proses amandemen yang terbuka dan debat yang sehat.

"Kepada semua anggota Senat, saya katakan ini: Rakyat Amerika telah menunggu cukup lama. Sudah cukup berbicara, dan tidak ada tindakan. Kini saatnya mengambil tindakan," kata Trump di Gedung Putih, Senin waktu AS.

Berdiri di depan para keluarga yang disebutnya terluka oleh UU yang disebut Obamacare itu, Trump berkata, "Sejauh ini, Partai Republik di Senat belum menuntaskan tugas mereka mengakhiri mimpi buruk Obamacare."

"Siapa pun senator yang menolak memulai debat adalah sedang berkata kepada Amerika bahwa Anda tidak apa-apa dengan mimpi buruk Obamacare," kata dia. "Masih ada waktu untuk melakukan hal yang baik."

Partai Republik menghadapi tekanan hebat untuk membuktikan janji mereka mencampakkan UU kesehatan pada 2010 itu yang mereka anggap sebagai campur tangan pemerintah dalam pasar layanan kesehatan.

Namun partai ini terpecah belah antara kaum moderat yang mengkhawatirkan RUU itu akan menghapus asuransi untuk jutaan warga Amerika berpenghasilan rendah, melawan kaum konservatif yang ingin sama sekali menjauhkan diri dari legislasi Obamacare.

Republik gagal mencapai konsensus, padahal mereka kini menjadi mayoritas dalam Senat yang total beranggota 100 senator. Dari jumlah ini, jumlah senator Republik adalah 52 orang, sedangkan Demokrat 48 orang.

Mengingat Demokrat bersatu padu dalam satu suara, Republik bisa gagal seandainya ada dua saja senator mereka yang membelot. 

Persoalan makin pelik setelah Senator John McCain tak bisa mengikuti pemungutan suara karena didiagnosis menderita kanker otak sehingga harus tinggal di rumahnya di Arizona untuk mendapatkan perawatan, demikian Reuters.(skd)
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar