Gubernur Minta Panitia Ttg Permantap Kunjungan Presiden

id longki

Gubernur Longki Djanggola

...semua panitia terkait mengordinasikan dengan baik dan sesuiakan dengan protap terhadap rencana jadwal kedatangan Presiden pada 27 September pukul 15.00 Wita ke Parigi Moutong untuk membuka TTG di bekas lokasi Sail Tomini.
Palu,  (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta kepada panitia pelaksana Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-19 agar mematangkan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo untuk membuka acara nasional tersebut pada September 2017 mendatang.

"Khususnya terkait dengan waktu pelaksanaan acara puncak yang dijadwalkan pukul 15.00 Wita," kata Longki Djanggola di Palu, Sabtu, terkait kesiapan SUlteng menjadi tuan rumah gelar TTG tingkat nasional ke-19.

Gubernur menekankan agar semua panitia terkait mengordinasikan dengan baik dan sesuaikan dengan protap terhadap rencana jadwal kedatangan Presiden pada 27 September pukul 15.00 Wita ke Parigi Moutong untuk membuka TTG di bekas lokasi Sail Tomini.

Menurutnya, sesuai protap, Presiden tidak akan diizinkan terbang menggunakan helikopter kurang dari jam enam sore.

Dirinya menyarankan agar waktu pelaksanaan acara puncak dipercepat pukul 13.00 Wita, sehingga diperkirakan sebelum jam empat sore Presiden sudah kembali dari Parigi Moutong.

"Tolong masalah ini menjadi perhatian," katanya.

Pelaksanaan TTG kali ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda yakni di lokasi bekas Sail Tomini di Parigi Moutong dan bekas lokasi pelaksanaan STQ Nasional di Kota Palu.

Pelaksanaan TTG di dua tempat karena alasan geografis sebab bekas lokasi Sail Tomini di Dusun Kayu Bura memiliki akomodasi yang terbatas walaupun lokasi Kayu Bura itu dinilai cukup repsentatif.

Gubernur mengatakan pemilihan dua lokasi gelar TTG ini akan menjadi daya tarik bagi para peserta untuk datang ke Sulawesi Tengah.

"Karena baru di Sulawesi Tengah dilaksanakan di dua tempat berbeda selama TTG di Indonesia," ujarnya.

Longki kembali menegaskan saat ini Sulawesi Tengah sangat aman untuk dikunjungi walaupun sampai saat ini masih ada stigma bahwa Sulawesi Tengah tidak aman.

"Paling tidak melalui gelar TTG ini kita ingin membutikan bahwa Sulawesi Tengah aman untuk dikunjungi," katanya. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar