BUMD Sulteng-Kartindo Kerja Sama Pengembangan Jagung

id jagung

Tanaman jagung (antaranews)

Palu,  (antarasulteng.com) - PT Pembangunan Sulteng yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan penandatangan nota kesepahaman bersama PT Karya Teknik Indonesia (Kartindo) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk pengembangan tanaman jagung.

Penandatanganan kerja sama di Palu, Selasa merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi tentang usaha pengembangan tanaman jagung dan terintegrasi dengan perdagangan jagung pipil kering.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola yang diwakili staf ahli bidang ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan rakyat, Rusdi Bachtiar Rioeh mengatakan walaupun masih sebatas sosialisasi, namun dirinya merasa bangga atas kinerja manajemen PT Pembangunan Sulteng yang dilantik 28 Desember 2016.

Belum cukup satu tahun, sudah memperlihatkan aktivitas yang nyata dengan terjalinnya hubungan kerjasama dengan beberapa perusahaan, seperti saat ini, kata Gubernur.

Bagi gubernur, kerjasama yang dibagun saat ini, merupakan tonggak awal kebangkitan PT Pembangunan Sulteng, dan diharapkan tidak hanya berhenti sampai di tingkatan sosialisasi saja.

"Ini harus mampu ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata dilapangan, dan juga harus cerdas menyikapi peluang-peluang bisnis yang dapat dikembangkan serta dikerjasamakan," ucap gubernur.

Sehingga kedepannya diharapkan BUMD itu, dapat memberikan kontribusi kepada daerah, dalam rangka mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Lebih lanjut kata gubernur, Pemprov Sulteng sebagai pemegang saham pengendali, sangat menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan serta kerjasama yang dilakukan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keberadaan PT Pembangunan Sulteng dapat semakin memberikan kepercayaan kepada kalangan dunia usaha untuk berinvestasi, dalam upaya memacu pertumbuhan perekonomian di Sulteng.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng, Suaib Djafar menyatakan Sulteng memiliki lima potensi unggulan yakni pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, perikanan dan kelautan.

Setelah dilantik beberapa waktu lalu, pihaknya telah melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya melakukan ekspor jagung ke luar negeri. Dia menargetkan adanya peningkatan produksi dari 2 ton jagung menjadi delapan ton per hektar. (skd) 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar