Pedayung Sulteng Perkuat Indonesia Sea Games Malaysia

id koni

Edison Ardiles (Foto antara/ Anas Masa)

Palu,  (antarasulteng.com) - Seorang pedayung handal Sulawesi Tengah dipastikan memperkuat tim Indonesia berlaga di SEA Games ke-29 di Malaysia, 19-31 Agustus 2017.

Ketua Umum KONI Sulteng melalui Kepala Sekretariat KONIDA setempat Edison Ardiles di Palu, Rabu, membenarkan satu orang atlet dari cabang olahraga dayung asal daerah ini akan bergabung dengan Tim "Merah Putih" di SEA Games Malaysia.

Namanya, Rio Riski Darmawan, pedayung andalan Sulteng akan turun pada nomor roowing putra.

Selama ini, kata Edison, atlet dayung tersebut menjalani pelatnas SEA Games di Jakarta. Namun beberapa bulan terakhir, Rio bersama pedayung nasional asal daerah lainnya menjalani latihan di Amsterdam, Belanda.

Untuk sementara baru satu atlet Sulteng yang dipastikan ikut berlaga di SEA Games, ujarnya.

Memang, kata dia, ada beberap atlet lain yang juga dipanggil mengikuti pelatnas di Jakarta, namun hanya Rio yang telah dipastikan ikut membela "Merah Putih".

Dia berharap akan ada atlet lain dari Sulteng yang juga bisa memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional dan SEA Games.

KONI bersama masyarakat di Provinsi Sulteng sangat berharap pedayung Rio dapat mengukir prestasi cemerlang di even tersebut guna mengharumkan namanya sendiri dan Bangsa Indonesia di kancah olahraga dunia.

Menurut dia, Rio merupakan salah satu dari sejumlah pedayung Sulteng yang juga dipersiapkan untuk mengikuti PON XX di Papua pada 2020.

Dayung merupakan salah satu cabang olahraga unggulan yang selama ini tidak pernah absen menyumbangkan medali bagi kontingen PON Sulteng.

Bahkan, Sulteng pernah melahirkan sejumlah pedayung tangguh seperti Armin dan Yorda Yorry Maulana yang beberapa kali mengharumkan Indonesia di SEA Games dan kejuaraan internasional lainnya.

Yordan Yorry Maulana, pedayung spesialis nomor kano bahkan karena kepiawaiannya sehingga dijuluki "Si Raja Kano" Indonesia, karena hampir tidak pernah terkalahkan.(skd) 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar