Panitia Diminta Tidak Persulit Pendaftar Calon Rektor

id iain

Rektor IAIN Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg didampingi Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola MSI menyambut kedatangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu (Muhammad Hajiji/antarasulteng.com)

Palu,  (Antarasulteng.com) - Panitia penjaringan calon rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, diminta tidak mempersulit dosen dan pejabat yang berkeinginan mendaftar sebagai calon rektor.

"Iya, jangan di persulit siapapun yang ingin mendaftar sebagai calon Rektor IAIN Palu periode selanjutnya," ungkap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg di IAIN Palu, Rabu siang.

Kata Prof Zainal Abidin, panitia harus melayani setiap pendaftar dengan memberikan penjelasan yang detail kepada setiap orang.

Panitia, sebut dia, harus menerima dan memproses secara cepat dan tepat semua berkas pendaftar sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Yang diselenggarakan pemerintah.

"Panitia harus terbuka, jangan mempersulit siapapun yang mendaftar sebagai calon rektor. Bila perlu dibantu mereka yang ingin mendaftar," sebutnya.

Ketua MUI Kota Palu ini menyebut dosen dan pejabat di lingkungan IAIN Palu yang berkeinginan mencalonkan diri sebagai rektor silahkan mendaftar.

Ia menegaskan jangan ada kebencian yang kemudian berujung pada persaingan yang tidak sehat, yaitu menjelekkan kandidat atau pendaftar lain yang maju sebagai calon rektor.

"Jika tidak bisa mencintai, maka jangan membenci. Kalau tidak bisa bekerja sama, maka jangan menjelekkan, memfitnah dan sebagainya," ujarnya.

Pakar pemikiran Islam modern ini mengapresiasi PMA Nomor 68 Tahun 2015 itu yang menghindarkan politik praktis di perguruan tinggi Islam.

Beberapa nama telah mengemuka sebagai pendaftar calon rektor antara lain seperti Dr Adam, Dr Lukman S Thahir, Prof Saggaf Pettalongi MPd.

IAIN Palu mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinan Prof Dr H zainal Abidin MAg. Ia berhasil membawa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu naik status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu tahun 2013.

Dikemimpinannya pula, IAIN Palu mengalami peningkatan infastruktur dan sarana prasarana yang memadai, hampir keseluruhan gedung perkualihan berlantai III yang didesain secara modern.

Kementerian Agama beberapa kali mempercayakan IAIN Palu untuk mengelola anggaran non-rupiah murni bersumber dari Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) untuk membangun infastruktur kampus.

Prof Zainal Abidin MAg berhasil mengenalkan IAIN Palu kepada masyarakat di Sulawesi Tengah dan kawasan timur Indonesia, bahkan dikenal secara nasional sehingga IAIN Palu dikenal oleh pemerintah pusat lewat sepak terjang pria ramah itu.

Zainal Abindin yang akan berakhir masa kepemimpinannya pada Desember 2017 itu juga berhasil menjadikan IAIN Palu sebagai tuan rumah penyelenggaraan beberapa kegiatan skala nasional seperti Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR VII) tahun 2015.

Kini IAIN Palu kembali diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama untuk menyelenggarakan kegiatan skala nasional dan internasional yaitu Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018.

Banyak pihak baik internal maupun eksternal IAIN Palu mengharapkan Prof Zainal Abidin masih memimpin perguruan tinggi Islam negeri satu-satunya di Sulteng itu untuk periode lima tahun ke depan.
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar