489 orang ikut seleksi calon Bintara TNI di Sulteng

id Korem, TNI

Para calon bintara TNI AD dari Korem 132/Tadulako Palu yang akan mengikuti seleksi lanjutan mendapat pengarahan di Makorem Palu, Jumat (25/8) (Antarasulteng.com/Penrem)

Kepala Ajenrem 132/Tadulako: penerimaan calon bintara prajurit karir TNI-AD ini tidak memungut biaya apapun.
Palu (Antarasulteng.com) - Kegiatan penerimaan prajurit Bintara TNI AD Tahun Anggaran 2017 dari Sub Panda Palu, Provinsi Sulawesi Tengah,  diikuti oleh 489 pemuda dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. 

Hal ini menunjukkan bahwa semangat dan kesadaran para pemuda Sulteng untuk mengabdi kepada bangsa dan negara sebagai prajurit TNI masih cukup besar.

Siaran pers Penrem 132/Tadulako Palu menulis, Jumat, keseluruhan calon yang mendaftar ulang pada hari Jumat (25/8) harus memenuhi persyaratan berupa meliliki Surat Tanda Tamat Belajar sesuai dengan jenjang pendididkan yang dibutuhkan. 

Yang bersangkutan adalah Warga Negara Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak cacat kriminalitas dan tidak kehilangan hak menjadi prajurit.

Korem 132/Tadulako selaku Sub Panda Palu hanya berwenang melakukan pengecekan tahap awal meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan dan postur. 

Bagi mereka yang lulus di tingkat Sub Panda ini akan diberangkatkan ke Manado mengikuti seleksi tingkat pusat yang tesnya meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani (kesegaran A, B, postur, keterampilan renang), pemeriksaan mental ideologi, psikologi dan akademik.

Dalam keterangan resminya, Kepala Ajenrem 132/Tadulako Mayor CAJ Arjen F. Kilis selaku Sekertaris Sub Panda Palu menegaskan bahwa dalam penerimaan calan prajurit TNI AD sama sekali tidak dipungut biaya, oleh karena itu kepada masyarakat maupun para orang tua yang putra putrinya berminat  menjadi anggota TNI agar berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dalam penerimaan calon Prajurit TNI AD ini dengan imbalan uang.

"Semua itu tidak benar, itu hanya penipuan belaka dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin meraup keuntungan dengan memanfaatkan momen penerimaan calon prajurit ini," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lulus tidaknya seorang calon tergantung dari kemampuan anak itu sendiri dan garis tangannya.

Ia juga menghimbau masyarakat apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang agar dilaporkan kepada pihak berwenang atau ke panitia, TNI AD tidak ingin penerimaan calon prajurit TNI AD ini dicemari oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"TNI AD hanya menerima calon prajurit TNI AD yang berprestasi dan memenuhi syarat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, jadi tidak ada istilah jalur belakang. Yang ada hanyalah 'pilihan terbaik dari yang terbaik'.

Bagi generasi muda dan para orang tua yang putra putrinya berminat menjadi parajurit TNI agar menyiapkan diri secara dini dengan baik, siapkan kelengkapan  administrasi, kesehatan jasmani  maupun mental ideologi, psikologi dan akademik sesuai  dengan persyaratan. 

Apa bila ada hal-hal yang belum dipahami dapat menanyakan secara langsung ke tempat pendaftaran di Ajenrem 132/Tadulako  Jl. Pramuka No. 44 Palu, Telp. 0451-425285 atau buka Website Ajenrem 132/Tadulako http://ajenremtadulako.worpress.com dan web site TNI AD http://rekrutmen-tni.mil.id atau www.tniad.mil.id. 

Selain itu bagi orang tua yang ingin anaknya dilatih fisik dapat menghubungi Kajasrem 132/Tadulako untuk dibina fisiknya dari jauh-jauh hari. (Penrem 132/Tdl)

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar