Wali Kota Palu Imbau Warga Jada Kebersihan

id hidayat

Wali Kota Palu Hidayat (Foto:Antarasulteng/Moh. Ridwan)

Saya minta partisipasi aktif dari masyarakat agar pelaksanaan kegiatan seni dan budaya dimana Palu menjadi tuan rumah Pekan Budaya Indonesia) ke III
Palu,  (antarasulteng.com) - Wali Kota Palu, Hidayat mengimbau warga di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu tetap menjaga kebersihan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pesona Palu Namoni (PPN) yang berlangsung bersamaan dengan Pekan Budaya Indonesia, 22-28 September 2017.

"Saya minta partisipasi aktif dari masyarakat agar pelaksanaan kegiatan seni dan budaya dimana Palu menjadi tuan rumah Pekan Budaya Indonesia) ke III," katanya di Palu, Jumat.

Ia mengatakan sudah pasti akan banyak tamu, termasuk peserta dan wisatawan yang datang ke Kota Palu untuk menyaksikan dua kegiatan besar yakni PPN dan Pekan Budaya Indonesia (PBI) yang hadir.

Untuk itu, hal kebersihan dan ketertiban merupakan sangat penting sehingga Kota Palu terlihat bersih, indah, aman dan tertib.

Semua peserta dan tamu tentu akan memuji Kota Palu, jika terlihat indah dan bersih sehingga kegiatan-kegiatan nasional, bahkan internasionalpun bida dilaksanakan di kota ini.

Masyarakat di Kota Palu harus menyambut kegiatan ini dengan baik, apalagi Pekan Budaya Indonesia baru pertama kali diselenggarakan di Palu.

"Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan Palu sebagai tempat pelaksanaan Pekan Budaya Indonesia ke III," kata Hidayat.

Pemkot Palu maupun Pemprov Sulteng juga berharap dua kegiatan tersebut bisa menyedot banyak wisatawan berkunjung ke Kota Palu untuk meningkatkan perolehan devisa negara dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Semain banyak wisatawan yang datang akan semakin memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan juga pendapatan daerah," kata dia.

Dalam menyambut kedua kegiatan itu, Pemkot Palu saat ini sedang membangun 46 soki-soki (pondok) di lokasi kegiatan di sepanjang Pantai Talise Palu.

Pembangunan soki-soki dilakukan oleh masing-masing kelurahan yang ada di Palu.

Semua bahan baku pembangunan soki-soki menggunakan bambu dan atap pohon sagu yang diambil dari sekitar Kota Palu. Model pondok sama seperti pondok yang biasanya ada di kebun atau sawah.

"Kita mau dekatkan masyarakat dengan alam seperti kehidupan masyarakat tempo doloe agar terbangun kembali rasa solidaritas, sifat gotong royong yang tinggi dan saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya," kata Wali Kota Hidayat.

Pemkot Palu telah menargetkan pada 2019, Kota Palu menjadi Kota Destinasi Budaya dan insyah Allah bisa terwujud,tentu dengan dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang ada di kota ini. (skd) 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar