Pemkot Palu Buka Posko Pengaduan Elpiji Bersubsidi

id elpiji

Ilustrasi (antaranews)

Saya minta lurah dan camat dibantu Satgas K5 dan unit-unit lainnya segera membuat posko pengaduan masyarakat
Palu,  (antarasulteng.com) - Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hidayat, menginstruksikaan para camat dan lurah segera membuka posko pengaduan masyarakat terkait penjualan elpiji bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu.

"Saya minta lurah dan camat dibantu Satgas K5 dan unit-unit lainnya segera membuat posko pengaduan masyarakat," katanya di Palu, Hidayat, Selasa, menanggapi keluhan warga soal langkanya elpiji 3kg.

Wali Kota juga sebelumnya telah menginstruksikan camat dan lurah melakukan pemantauan serta pengawasan peredaran elpiji 3kg di tingkat pengecer menyusul banyaknya keluhan masyarakat soal kelangkaan epliji yang tidak kunjung teratasi.

Ia berharap lewat posko pengaduan tersebut, kelangkaan elpiji bisa segera teratasi dan harga jual bisa stabil berdasarkan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16.000/tabung.

Beberapa pekan terakhir, tim satgas yang dibentuk Pemkota Palu telah melakukan razia di kios-kios pengecer, dan ditemukan banyak pengecer menjual elpiji di atas HET.

Setelah disidak, para pengecer ini diperingatkan untuk tidak menjual dengan harga di atas HET dan jika masih ditemukan akan diberi sanksi.

"Sekarang tim berlapis Pemkot Palu dipimpin langsung Wakil Wali Kota, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu sedang melakukan upaya serta langkah-langkah konkrit untuk mengatasi masalah kelangkaan elpiji," kata Hidayat.

Ia menilai, pos pengaduan masyarakat dibentuk untuk mengetahui golongan masyarakat bagaimana yang sepantasnya mendapat gas elpiji bersubsidi.

"Lewat posko pengaduan ini kita bisa pantau masyarakat yang bagaimana mestinya berhak mendapat gas elpiji 3 kg. Saya menduga yang teriak-teriak soal kelangkaan elpiji ini adalah mereka yang berpenghasilan baik dan tidak pantas membeli elpiji 3 kg, seperti usaha yang beromzet Rp1 juta ke atas," tutur Hidayat.

Hidayat kembali mengingatkan masyarakat bahwa elpiji bersubsidi tabung 3kg warna hijau yang dikenal dengan nama tabung melon, dikhususnya untuk masyarakat tidak mampu atau usaha mikro dan kecil.

Sedangkan untuk masyarakat menengah ke atas, kini tersedia tabung elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar