Kantor Lurah se-Kota Palu distribusikan elpiji 3kg dengan harga Rp16.000

id Elpiji

Masyarakat Palu berebut elpiji 3 kg. (Foto:ANTARA/ilustrasi)

Penjualan berlangsung selama tujuh hari ke depan mulai pukul 13.00 sampai 16.00 Wita
Palu (Antarasulteng.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mengalihkan untuk sementara waktu penjualan elpiji bersubsidi tabung 3kg dari pangkalan-pangkalan resmi yang dimiliki pedagang ke kantor-kantor kelurahan di semua kecamatan.

Perubahan pola distribusi yang berlaku mulai Kamis (7/9) ini sebagai langkah pemerintah kota mengurangi kelangkaan elpiji bersubsidi yang sedang terjadi di masyarakat dalam sebulan terakhir.

Tim berlapis pemkot yang khusus mengawasi peredaran elpiji bersubsidi ini dipimpin Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu, terjun ke lapangan melakukan pemantauan seperti di kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan dan Tanahmodindi, Kecamatan Matikulore.

Wawali Palu dalam peninjauan itu didampingi Sekretaris Kota Asri, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Bagian Ekonomi serta sejumlah pejabat jajaran Pemkot Palu.

"Untuk sementara, penjualan di pangkalan kita alihkan di kantor-kantor lurah untuk menstabilkan kelangkaan elpiji 3kg. Kami juga telah berkoordinai dengan PT Pertamina bersama Hiswana Migas dan agen se-Kota Palu," kata Pasha.

Penyaluran elpiji 3kg sebagai operasi pasar oleh Pemkot dan Pertamina dijual dengan harga sesuai HET yakni Rp 16.000/tabung. Penjualan kepada masyarakat diawasi langsung Satgas K5 di masing-masing kelurahan.

Distribusi elpiji 3kg di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, tampak berjalan dengan lancar meskipun terjadi antrean panjang di lokasi penjualan.

Fajar, salah seorang warga Kelurahan Petobo memuji langkah yang diambil pemerintah kota sebagai tindakan tepat untuk mengurangi kelangkaan elpiji yang mengakibatkan harga jualnya melonjak sampai 100 persen lebih di tingkat pengecer yakni Rp35.000/tabung.

"Sudah hampir satu bulan terakhir ini elpiji 3kg susah sekali didapat, pangkalan saja biasanya pagi hari didroping Petamina, hanya dua tiga jam sudah habis, makanya kita harap pemerintah bisa secepatnya menstabilkan untuk menolong warga yang kurang mampu dan usaha kecil," tuturnya.

Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor 542/2539/Ekon/2017 perihal penjualan elpiji 3kg bagi masyarakat kurang mampu, menyebutkan bahwa sesuai hasil monitoring tim pengawasan barang bersubsidi dan laporan masyarakat, ditemukan adanya permasalahan kelangkaan elpiji 3kg di tingkat konsumen yang memerlukan penyelesian cepat oleh pemerintah Kota Palu.

Karena itu penjualan elpiji 3kg di kelurahan ini akan berlangsung selama tujuh hari mulai pukul 13.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar