Wali Kota Palu cek kesiapan Festival Pesona Palu Nomoni

id FPPN

Wali Kota Palu Moh. Hidayat memimpin rapat final check persiapan FPPN dan PBI di Kantor Dinas Pariwisata Kota Palu, Rabu (20/9) (Antarasulteng.com/Ridwan)

Hidayat: manfaat ekonomi FPPN harus bisa terukur
Palu (Antarasulteng.com) - Wali Kota Palu Moh. Hidayat menggelar rapat evaluasi akhir persiapan penyelenggaraan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II dan Pekan Budaya Indonesia (PBI) III di Kantor Dinas Pariwisata Kota Palu, Rabu.

Rapat yang menghadirkan semua pihak terkait dengan pesta wisata dan buaya itu mengecek satu persatu kesiapan panitia penyelenggara terkait akan dibukanya FPPN II dan PBI III pada Jumat (22/9) di Pantai Teluk Palu.

Saat jadwal kegiatan dibahas, Hidayat dengan teliti menganalisis setiap item kegiatan dan mempertanyakan berbagai hal sampai yang detail.

"Faktor penentu dari semua kegiatan FPPN dan PBI adalah peran aktif dari semua panitia yang ikut andil di dalamnya," ujar Hidayat.

Ia minta panitia yang sudah ditempatkan menangani item-item kegiatan sesuai tupoksinya agar terus berupaya berbenah dan saling berkoordinasi antr-tim agar persiapan benar-benar matang.

Sementara itu, di kawasan Pantai Talise Kota Palu, terlihat kesibukan yang semakin meningkat dalam mempersiapkan FPPN dan PBI ini.

Panitia pelaksanaan FPPN dan PBI ini misalnya sedang mempersiapkan arena Kampung Kaili yang terletak di Anjungan Nusatara.

Konsep kampung Kaili ini menggambarkan kehidupan etnis Kaili zaman dahulu saat itu, dengan penataan soki-soki atau gubuk yang terbuat dari bambu dan beratap daun rumbia, yang diharapkan menjadi ikon iven wisata ini.

"Lewat kampung Kaili ini kita meperlihatkan kepada khalayak luas bahwa inilah potret kondisi orang Kaili, sederhana, ramah dan toleran," ujar Hidayat lagi.

Di berbagai kesempatan, wali kota terus menyerukan bahwa iven FPPN penuh dengan kegiatan budaya karena budaya-budaya lokal dulu terasa mulai terlindas zaman modern.

"Festival Pesona Palu Nomoni ini juga hadir untuk masyarakat dan pelaku usaha mikro, tentunya lewat kegiatan ini terjadi perputaran ekonomi yang tinggi di dalamnya, sehingga pelaku UKM ini kita dorong untuk ambil bagian," ujarnya.

Disamping itu, FPPN ini juga melibatkan paguyuban-paguyuban berbagai etnis di Nusantara yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah untuk meramaikan pesta wisata ini.

Hal ini dimaksudkan agar jumlah orang yang berkunjung di Kota Palu pada pelaksanaan Pekan Budaya Indonesia dan Festival Pesona Palu Nomoni maksimal dan terestimasi.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar