Gubernur Minta Pramuka Digaungkan Kembali

id Gubernur, Pramuka

Ketua Gerakan Pramuka Nasional Adhyaksa Dault dan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah Longki Djanggola pada pengukuhan Majelis Pembimbing dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah masa bakti 2017-2022 di Pogombo, Selasa.(Foto:Antarasulteng/Humasprov)

"Saya memandang penting sekali menggaungkan kembali gerakan Pramuka, agar mencapai kejayaannya sebagai gerakan kepanduan bangsa untuk melindungi generasi muda, anak-anak kita dari berbagai ancaman yang merusak masa depan,"
Palu (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah meminta agar gerakan Pramuka digaungkan kembali di daerah itu.

"Saya memandang penting sekali menggaungkan kembali gerakan Pramuka, agar mencapai kejayaannya sebagai gerakan kepanduan bangsa untuk melindungi generasi muda, anak-anak kita dari berbagai ancaman yang merusak masa depan," katanya pada pengukuhan dan pelantikan Majelis Pembimbing Daerah dan Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah 2017-2022 di Palu, Selasa.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut berlangsung dua tahap. Pertama, pengukuhan dan pelantikan Majelis Pembimbing Daerah oleh Ketua Gerakan Pramuka Nasional Adhyaksa Dault.

Selanjutnya Longki mengukuhkan dan melantik Sekda Provinsi Hidayat Lamakarate sebagai Ketua Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah masa bakti 2017-2022.

Gubernur mengatakan gerakan Pramuka adalah wadah strategis untuk mendidik dan membina generasi muda, agar menjadi generasi bertakwa, memiliki kepribadian tangguh, berjiwa pemimpin, terampil dan berpengetahuan, bertanggung jawab, sehat dan kuat jasmani.

Selain itu, kata Longki, gerakan Pramuka juga mempunyai kesetiakawanan dan kepedulian sosial yang tinggi.

Atas dasar itulah kata Longki dirinya memandang pentingnya menggaungkan kembali gerakan pramuka di daerah itu.

Pramuka, kata dia, sekaligus membentuk generasi muda mandiri, kreatif dan taat beragama sebagai jalan merintis terwujudnya masyarakat dan negara yang adil, makmur dan sejahtera.

Dengan begitu, kata Longki, ikrar dan semboyan, `Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan` adalah tantangan dan tanggung jawab pembimbing, pengurus, pelatih dan penggiat Pramuka yang mesti dengan hati tulus, berbuat, membangun bangsa dan daerah melalui pengabdian di wadah Pramuka.

"Saya juga berharap kepada pengurus baru kiranya dapat melaksanakan tugas-tugas yang telah diamanatkan secara benar dan terorganisir sehingga kelak bisa merangkul segenap sumber daya kepramukaan yang ada untuk bekerja sama mengoptimalkan peran gerakan kepanduan dalam menyelamatkan anak-anak bangsa," katanya.

Menurut Longki, generasi bangsa saat ini rentan pada berbagai ancaman seperti narkoba, pergaulan bebas, kekerasan dan integritas berbangsa-bernegara yang mulai menipis.

Gubernur mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas terbentuknya kembali struktur Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah masa bakti 2017-2022.

Selain itu dirinya juga menyambut baik atas orientasi majelis pembimbing daerah oleh kepala pusat pendidikan dan pelatihan nasional, sehingga hasilnya dapat memberikan efek edukasi serta pedoman guna mempertajam wawasan pemahaman terkait tugas fungsi dan peran majelis pembimbing kepada kwartir pramuka di daerah .

Gubernur berharap komposisi kepengurusan Kwarda yang baru dapat berinisiatif dan berikhtiar guna meningkatkan peran gerakan Pramuka dalam mencetak generasi muda sebagai tunas, harapan bangsa yang lebih baik, bertanggung jawab dan berandil positif dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing. ***

Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar