Gubernur: Pertumbuhan Peternakan Sapi Potong Di Sulteng Mengembirakan

id longki

Gubernur Sulteng Drs. Longki Djanggola, MSi (humas)

Palu,  (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah mengatakan pertumbuhan peternakan sapi potong di provinsi itu selama beberapa tahun terakhir ini cukup mengembirakan.

"Sulteng merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat bagi pengembangan peternakan sapi guna mendukung program swasembadah gading nasional," kata Gubernur Longki Djanggola di Palu saat peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Sulteng pada pekan lalu.

Gubernur mengatakan tingkat populasi ternak sapi potong di Sulteng berkisar 299.485 ekor pada 2016 dan 2017 ini ditargetkan meningkat menjadi 400.000 ekor.

Pemprov Sulteng menaregetkan pada 2021, Sulteng bisa meningkatkan populasi ternak sapi potong sebanyak satu juta ekor.

Guna merealisasi target tersebut, pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai upaya, diantaranya melalui program SIWAB (Sistem Induk Wajib Bunting) untuk ternak betina produktif.

Karena itu, Pemprov Sulteng melarang sapi betina tidak boleh dijual atau disembeli untuk pemenuhan konsumsi daging oleh masyarakat di provinsi ini.

Sementara Kepala Bidang Peternakan Provinsi Sulteng, Sitti Wahdaniah membenarkan bahwa daerah ini menjadi salah satu daerah yang diharapkan menjadi sentra produksi ternak potong.

Karena potensi lahan pakan dan juga pengembangan ternak sapi potong sangat besar dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada 2017 menargetkan angka kelahiran anak sapi di daerah itu sebanyak 21.647 ekor.

Siwab merupakan program unggulan yang harus tercapai di setiap kabupaten/kota di Sulteng dalam rangka mendukung upaya pemerintah meningkatkan populasi ternak sapi di Sulteng.

Makanya, program ini harus benar-benar mendapat perhatian pemerintah kabupaten dan kota. Pemkab/pemkot harus menggenjot pencapaian angka kelahiran anak sapi yang telah ditargetkan Pemprov Sulteng.

Program Siwab yang telah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah perlu dikawal terus. Termasuk bagaimana memberikan sosialisasi kepada petani/peternak untuk tidak menjual atau menyembeli sapi betina untuk kebutuhan konsumsi.

Pemerintah melalui dinas terkait perlu terus menerus memberikan penyuluhan kepada petani terkait program upsus siwab agar mereka benar-benar memahaminya.

Dalam rangka mewujudkan angka kelahiran sebesar itu, Pemprov Sulteng, kata dia, telah menyiapkan sebanyak 56.226 ekor akseptor tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini.

Secara rinci jumlah akseptor di Kabupaten Banggai ditargetkan sebanyak 12.289 ekor, Donggala (7.890) ekor, Sigi 5.969 ekor, Parigi Mutong 5.889 ekor, Tojo Unauna 4.716 ekor, Banggai Kepulauan 3.594 ekor, Poso 3.175 ekor, Buol 3.139 ekor, Morowali Utara 3.122 ekor, Tolitoli 2.996 ekor, Palu 1.841 ekor dan Morowali 1.606 ekor sapi betina bunting. (skd) 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar