Kemenag Morowali Utara Pemeriksaan Gratis Kanker Serviks

id kanker

Ilustrasi--Deteksi Dini Kanker Serviks Bidan menyiapkan alat yang akan digunakan pada pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) saat kegiatan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks di Puskesmas Alang-alang Lebar, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (13/7/2017). (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Kolonadale,  (antarasulteng.com) - Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah melakukan sosialisasi dan pemeriksaan gratis kanker serviks atau kanker leher rahim melalui tes IVA dan kanker payudara.

Kegiatan deteksi dini kanker itu merupakan program tindak lanjut dari program pemerintah pusat Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) yang dilaksanakan di ruang rapat kantor Kemenag Morowali, Selasa.

"Ini merupakan program nasional percepatan peran serta masyarakat, dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan, yang kita tindak lanjuti," kata Ketua DWP Kemenag Morowali Utara, Suad Ahmad Hasni.

Suad menjelaaskan program tersebut untuk mendorong pencegahan dan deteksi dini kanker pada wanita, melalui tes Inspeksi Visual With Asam Asetat (IVA), dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat, dalam meningkatkan kesadaran pencegahan kanker dan pola hidup bersih dan sehat

Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini, mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, sehingga jangan malu, ujar istri Kepala Kantor Kemenag Morut.

Suad menjelaskan jenis kanker yang cenderung menyerang perempuan di Indonesia yakni kanker leher rahim dan payudara. Kanker itu termasuk yang banyak menyebabkan kematian bagi perempuan.

Kanker leher rahim sebenarnya dapat dicegah dan dikenali sedini mungkin. Namun masih banyak diantara perempuan yang malu melakukan pemeriksaan, katanya.

Namun kata dia, ada juga sebagian dari perempuan tidak mengetahui metode pemeriksaan dini, sehingga kebanyakan dari mereka, datang berobat setelah muncul gejala, seperti keluar darah dari vagina, nyeri bagian vagina, atau bahkan sudah muncul benjolan.

Kebanyakan perempuan berobat setelah stadium lanjut, sehingga pengobatannya sudah sulit, ujarnya.

Terkait dengan penyakit kanker payudara kata Suad, sebagian dari perempuan masih sulit mengenali gejala kanker tersebut. Bila perempuan rajin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, maka kanker payudara ukuran kecil atau dalam stadium dini mudah ditemukan.

Selain itu, terkadang ketika menemukan benjolan dalam ukuran kecil namun tidak terasa sakit pada payudara, banyak diantara perempuan yang malas dan lalai untuk melakukan pemeriksaan lanjut.

Hingga setelah benjolan membesar dan menyebar, yang merupakan stadium lanjut, baru datang berobat, sehingga itu menjadi lebih sulit, katanya.

Suad meminta, agar perempuan dapat menjaga pola makan, dengan meminimalkan konsumsi gula, garam dan makanan mengandung lemak. Selain itu, harus diikuti dengan olahraga yang harus rutin dilakukan. (skd) 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar