Logo Header Antaranews Sulteng

Sulawesi Tengah masih berpotensi cuaca ekstrem dipicu siklon

Jumat, 15 Agustus 2025 09:43 WIB
Image Print
Awan hitam menyelimuti langit Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/1/2022). ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Sulawesi Tengah masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem dipicu pertumbuhan bibit siklon.

"Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer secara regional, terdapat bibit siklon di wilayah perairan Filipina dan Indonesia sehingga dapat berdampak hingga ke Sulawesi Tengah," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim di Palu, Jumat.

Ia menyalakan pertumbuhan bibit siklon menyebabkan daerah pembelokan angin, sehingga berpotensi membentuk awan hujan konveksi untuk beberapa hari ke depan.

Awan konveksi menyebabkan cuaca ekstrem di berbagai daerah di Sulteng beberapa hari terakhir. Situasi itu mengakibatkan banjir di sejumlah daerah.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk melakukan upaya pencegahan bila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat dan nelayan selalu memantau kondisi cuaca terkini dan peringatan dini terbaru yang dirilis BMKG.

Masyarakat tinggal di sekitar dan bantaran sungai maupun perbukitan atau lereng gunung tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

"Langkah sederhana mengantisipasi banjir genangan lakukan pembersihan drainase di lingkungan masing-masing, karena sistem drainase yang buruk sangat rentan menimbulkan genangan air saat terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun tinggi," kata Alim.

Ia meminta masyarakat menghindari pohon-pohon tinggi yang berpotensi roboh saat terjadi hujan dan angin kencang. Langkah itu bagian dari mitigasi guna menghindari kerugian materi maupun korban jiwa.

"Bagi pemangku kebijakan penanggulangan bencana hidrometeorologi, perlu mengantisipasi adanya kedaruratan yang diakibatkan adanya potensi cuaca ekstrem," ucapnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dilakukan BMKG, potensi cuaca ekstrem berlangsung sejak 6 hingga 20 Agustus 2025 sehingga perlu diperhatikan oleh masyarakat.

"Banjir bandung yang terjadi di Desa Namo Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi pada Kamis (14/8) malam dampak dari potensi cuaca ekstrem. Wilayah-wilayah yang memiliki riwayat banjir bandang dan tanah longsor perlu memperhatikan situasi mengancam keselamatan jiwa," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026