Pemkot Palu: Ketersediaan stok pengaruhi lonjakan harga bawang merah

id Pemkotpalu, Rahmad Mustafa, disperindag Palu, zulkifli, bawang, bahan pokok, bahan pangan, sulteng, Kota Palu

Pemkot Palu: Ketersediaan stok pengaruhi lonjakan harga bawang merah

Dok- Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa (kanan) saat menjadi narasumber podcast di kantor ANTARA Biro Sulawesi Tengah di Palu. (ANTARA/Rangga Musabar)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengatakan ketersediaan stok ditingkat pedagang sangat mempengaruhi lonjakan harga komoditas bawang merah di pasar tradisional di ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Sebagian besar bawang merah didatangkan dari luar daerah yakni Sulawesi Selatan dan Pulau Jawa, di saat terjadi ketidakstabilan stok maka secara tidak langsung mempengaruhi harga komoditas itu di pasar," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Kamis.

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, sejak awal hingga akhir Agustus bawang merah masih bertahan di harga Rp60 ribu per kilogram, atau terjadi selisih Rp10 ribu dibandingkan harga pada bulan Juli Rp50 ribu per kilogram.

Guna melakukan upaya pengendalian harga maka Pemkot Palu mengintervensi melalui berbagai kegiatan, diantaranya inspeksi ditingkat distributor, mendorong gerakan tanam ditingkat petani lokal, kemudian memfasilitasi petani bawang dan pasar.

"Kami akan melalukan perjanjian kerja sama (PKS) antara petani dan pemerintah, karena di Kota Palu ada juga petani bawang merah," ujarnya.

Selain itu, Pemkot Palu juga melakukan intervensi melalui pelaksanaan pasar tani melibatkan petani, maupun distributor dengan harga subsidi.

"Bawang merah salah satu bahan pokok penting, sehingga pemerintah daerah terus berupaya untuk menekan harga supaya kembali stabil," ucap Rahmad.

Sementara itu Kepala Dinas Perindag Kota Palu Zulkifli mengemukakan, intervensi pengendalian harga juga dilakukan melalui kegiatan pasar murah dengan melibatkan distributor maupun pedagang dan UMKM, termasuk Perum Bulog.

Khusus Bulog, menjual beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menyasar delapan kecamatan di Kota Palu.

"Lonjakan bahan pokok dapat memicu inflasi bila tidak ditangani secara efektif dan terpadu," kata dia.

Dari hasil pemantauan harga oleh pihaknya, harga bahan pokok penting lainnya dalam keadaan stabil yakni bawang putih Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit merah dan cabai keriting masing-masing Rp35 ribu per kilogram.

Lalu, daging sapi Rp130 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp50 ribu per kilogram dan komoditas beras di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

"Harga beras berangsur-angsur mulai menunjukkan kestabilan, kami berharap kondisi ini terus menunjukkan progres yang positif," kata dia menuturkan.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.