
Pemkot Palu: Perekonomian daerah tidak terpengaruh aksi unjuk rasa

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengatakan perekonomian daerah di ibu kota Sulawesi Tengah tidak terpengaruh dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat.
"Hingga kini situasi perekonomian tetap stabil, dan kami berharap kondisi nasional saat ini tidak berpengaruh terhadap stabilitas harga bahan pokok," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu Zulkifli di Palu, Senin.
Ia menjelaskan dari pemantauan dilakukan pihaknya, aktivitas pasar tradisional masih berlangsung seperti sedia kala, dan harga-harga bahan pokok masih terkendali.
Meski begitu pihaknya tetap melakukan langkah-langkah konkret, melalui intervensi penguatan dan inspeksi di tingkat pedagang dan distributor untuk tidak menaikkan harga secara sepihak, serta menjaga ketersediaan stok bahan pokok.
"Kami mengingatkan pedagang maupun distributor jangan memanfaatkan situasi menaikkan harga bahan pokok, pemerintah daerah (pemda) konsisten mengawasi harga bahan pangan di pasaran," ujarnya.
Ia mengemukakan, dari pemantauan harga di pasar oleh Disperindag, harga bahan pokok seperti beras berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan Rp22 ribu ukuran 1 liter, cabai rawit merah Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp60 ribu per kilogram, bawang merah Rp55 ribu per kilogram, tomat Rp8 ribu per kilogram.
Kemudian gula pasir kemasan Rp20 ribu ukuran 1 kilogram, tepung terigu Rp13.667 per kilogram, daging ayam broiler Rp36 ribu per kilogram dan daging sapi Rp130 ribu per kilogram.
"Kami berharap masyarakat tetap menjaga kondusifitas di daerah, supaya stabilitas ekonomi terjaga dan tidak berdampak terhadap inflasi," tutur Zulkifli.
Dilaporkan, pengamanan aksi unjuk rasa di Kota Palu pada Senin-red oleh Polda Sulteng mengerahkan 1.273 personel gabungan disiagakan di sekretariat DPRD Sulteng.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
