
Palu: Inflasi rendah berkat kerja sama jaga stabilitas harga pangan

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengatakan inflasi daerah rendah berkat kerja sama yang baik lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di ibu kota Sulawesi Tengah.
"Semua ini tidak terjadi begitu saja, kolaborasi yang solid memberikan dampak positif terhadap inflasi daerah, itu artinya kegiatan perekonomian Kota Palu terkendali," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Selasa.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (1/9), pada Agustus 2025 inflasi yera on yerar (Y-on-Y) Kota Palu terendah di Sulawesi Tengah di angka 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,86.
Yang mana bahan pangan memberikan andil terbesar terhadap inflasi daerah, sedangkan tingkat inflasi month to month (m-to-m) Agustus 2025 berada di angka 0,17 persen.
"Tentu ini merupakan angka positif dalam memperkuat perekonomian daerah ke depan melalui berbagai intervensi kegiatan," ujarnya.
Ia mengemukakan, langkah intervensi dilakukan Pemkot Palu dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok yakni memastikan ketersediaan stok bahan pangan di tingkat distributor melalui inspeksi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), berkolaborasi dengan satuan tugas (satgas) pangan maupun pihak-pihak terkait lainnya.
Kemudian memasifkan gerakan tanam kepada kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah masing-masing, lalu memfasilitasi petani untuk mengakses pasar dengan mudah.
"Kami melakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara petani dan pemerintah untuk mengakses pasar, supaya produksi petani terserap maksimal," ucap Rahmad.
Intervensi lain di bagian hilir yakni menggencarkan pasar tani yang melibatkan petani dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan harga subsidi.
"Kami berharap masyarakat juga bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok, begitu pun pedagang tidak menaikkan harga secara sepihak," kata dia.
Sementara itu inflasi Y-on-Y Sulteng berada di angka 4,02 persen dengan IKH sebesar 111,04, di mana daerah inflasi tertinggi di provinsi itu yakni Kabupaten Tolitoli 5,70 persen dengan IKH 117,15.
Sedangkan Kabupaten Morowali yang merupakan daerah industri justru berada di urutan inflasi tertinggi ke dua di Sulteng 5,69 persen, di susul Kabupaten Banggai di urutan ketiga tertinggi 4,66 persen.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
